Mengenal Istilah Generasi Sandwich, Kenapa Sangat Rentan Stres?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 17 Agustus 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 612 2456913 mengenal-istilah-generasi-sandwich-kenapa-sangat-rentan-stres-eiWexrUwKq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAH mendengar generasi sandwich? Generasi sandwich merujuk pada sekelompok individu yang 'terjepit' di antara tuntutan simultan dalam merawat orangtuanya yang telah lanjut usia sekaligus merawat anak-anaknya yang masih bergantung padanya.

Generasi sandwich sendiri cukup berisiko mengalami masalah kesehatan mental. Salah satu penyebabnya adalah tekanan yang datang dari atas maupun bawah. Maksudnya, karena memiliki tuntutan untuk menyanggupi kehidupan dirinya sendiri dan keluarga, terutama orangtua yang sudah lanjut usia, pribadi ini rentan merasa tidak pernah cukup.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, menerangkan istilah generasi sandwich pertama kali muncul dari dua pekerja sosial bernama Dorothy Miller dan Elaine Broody pada 1981 untuk menggambarkan pelaku rawat (caregiver) yang terjepit di antara dua generasi.

"Sebagai pelaku rawat individu yang berada di generasi sandwich ini, umumnya mereka dituntut untuk memberikan dukungan fisik, mental-emosional, dan finansial baik bagi anak-anaknya dan juga orangtua yang telah lanjut usia," terangnya.

Stres

"Secara umum karakteristik individu yang berada di generasi sandwich biasanya adalah pria dan wanita berusia 30 tahun ke atas yang telah nenikah dan bekerja," kata Dokter Zulvia.

Jadi, generasi sandwich ini menanggung beban dan tanggung jawab dalam memberikan perawatan dan layanan seperti transportasi, pengaturan makan, perawatan kesehatan, dan urusan rumah tangga lainnya, baik bagi anak-anaknya maupun orangtuanya.

Lebih lanjut, survei di Amerika Serikat pada 2007 menunjukkan bahwa generasi sandwich yang terdiri dari usia 35-54 tahun mengalami tingkat stres lebih tinggi karena dituntut untuk menyeimbangkan peran dalam perawatan anak dan juga orangtua mereka.

"Hampir 40 persen wanita generasi sandwich mengalami tingkat stres yang ekstrem. Stres ini tidak hanya memengaruhi relasi personal terhadap pasangan, anak, dan keluarga, tapi juga memengaruhi kesejahteraan diri sendiri," terang laporan survei tersebut.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini