Rerempek, Benang-Benang Sisa Tenun yang Jadi Selendang Cantik

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 194 2457564 rerempek-benang-benang-sisa-tenun-yang-jadi-selendang-cantik-G3JBalrLOa.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

FASHION berkelanjutan masih digaungkan oleh para pengrajin maupun desainer di Indonesia. Kain tenun Rerempek bahkan menjadi salah satu wujud fashion berkelanjutan yang juga diakui UNESCO.

Dalam pembuatan kain tenun, pengrajin selalu mengedepankan ramah lingkungan. Misalnya ketika memproduksi kain tenun dengan pewarnaan alami.

Dewi Handayani dari Nina Penenun Lombok Timur mengatakan, saat membuat kain tenun selalu melakukan pendekatan fashion zero-waste. Dia menggandeng lansia dan masyarakat sekitar yang menjadi kegiatan turun-temurun.

 tenun

"Mereka pun memberdayakan lansia untuk mengolah benang-benang sisa tenun menjadi selendang yang kami sebut Rerempek," ujar Dewi yang memproduksi kain tenun di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Sementara itu, UNESCO juga akan mengenalkan aneka wastra tradisional seperti batik, ulos, tenun Lombok, tenun Endek, dan Lurik. Produk fashion ini menonjolkan kreativitas pengrajin hingga desainer.

"Kreativitas mereka ini juga menggabungkan disiplin dan ide yang ada dengan sentuhan tak terduga," kata Moe Chiba, Programme Specialist for Culture UNESCO Jakarta.

Perwakilan Citi Indonesia Puni A. Anjungsari menuturkan, fashion berkelanjutan ini juga menjadi tema Wastra Nusantara Virtual Market. Tak hanya pengrajin, desainer muda juga menampilkan karyanya.

"Kegiatan ini menjadi cara inovatif dalam menjawab tantangan pemasaran yang dihadapi perajin muda Indonesia selama masa pandemi,” ungkap Puni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini