Oximeter Alat Penting Selama Pandemi, Ini Cara Membacanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 481 2457273 oximeter-alat-penting-selama-pandemi-ini-cara-membacanya-JtRGASYE5A.jpeg Oximeter untuk mengukur saturasi oksigen di dalam tubuh. (Foto: Syed Ali/Unsplash)

OXIMETER telah menjadi alat medis yang wajib tersedia di rumah selama masa pandemi covid-19. Oximeter berbentuk kecil seperti penjepit yang ditempatkan di jari tangan, daun telinga, atau kaki.

Terdapat sinar kecil yang keluar melewati darah di jari, mengukur jumlah oksigen dalam tubuh. Cahaya tersebut digunakan untuk mengukur perubahan penyerapan cahaya dalam darah teroksigenasi atau terdeoksigenasi.

Baca juga: Selain Cek Saturasi Oksigen, Ini Fungsi Utama Oximeter 

Oximetri dapat digunakan untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Penggunaan oksimeter sama sekali tidak sakit dan seseorang akan hanya merasakan mendapat sedikit tekanan pada jari yang dijepit.

Dalam beberapa kasus, oximeter dapat ditempatkan di jari atau dahi dengan perekat. Oximeter akan digunakan untuk memantau kemampuan fisik seseorang.

Oximeter. (Foto: Freepik)

Pemantauan ini dapat dilakukan ketika seseorang sedang melakukan latihan fisik, atau selama proses pemulihan dari sakit. Oximeter juga kerap digunakan selama tindakan operasi. Alat ini akan dipasang sebelum operasi dimulai dan akan dilepas setelah pasien sudah tidak lagi dalam pengawasan.

Lantas, bagaimana cara membaca oximeter?

Baca juga: Tak Punya Oximeter? Begini Cara Hitung Saturasi Oksigen Manual 

Merangkum dari laporan laman Healthline, Kamis (18/8/2021), oximeter merupakan tes yang cukup akurat dengan memberikan perbedaan hasil sebesar dua persen dari kondisi yang sebenarnya. Jika hasil tes menunjukkan angka 82 persen, tandanya tingkat saturasi oksigen sebenarnya dalam tubuh berkisar 80–84 persen.

Namun, ada beberapa faktor lain yang menentukan nilai keakuratan dalam pemeriksaan oximeter, di antaranya adalah gerakan, suhu, dan cat kuku yang dapat memengaruhi tingkat akurasi. Biasanya lebih dari 89 persen darah manusia membawa oksigen. Tingkat saturasi oksigen ini dibutuhkan untuk menjaga sel-sel darah dalam tubuh.

Meski memiliki saturasi oksigen yang cukup rendah diyakini tidak menyebabkan masalah, namun penurunan tingkat saturasi oksige yang berulang dan tidak konsisten juga akan tetap merusak tubuh.

Tingkat saturasi oksigen 95 persen dianggap normal bagi sebagian besar individu sehat. Tingkat 92 persen menunjukkan potensi hipoksemia, atau kekurangan oksigen yang mencapai jaringan dalam tubuh.

Baca juga: Dokter Spesialis Kardiovaskular Beri Tips Pilih Oximeter yang Benar 

Oximeter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini