Begini Hasil Uji Pre-Klinik Vaksin Merah Putih

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 481 2457276 begini-hasil-uji-pre-klinik-vaksin-merah-putih-GfNJnbl7iE.jpg Vaksin Merah Putih (Foto: Sukardi)

RUPANYA Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) membawa optimisme bahwa Indonesia. Diharapkan Indonesia bisa memiliki vaksin Covid-19 sendiri.

Ketua Peneliti vaksin Merah Putih Unair, Prof Fedik Abdul Rantam, menjelaskan, vaksin yang dikembangkan timnya mempunyai keunggulan dibandingkan platform vaksin lain yang dikembangkan vaksin Merah Putih.

 vaksin merah putih

"Uji pre-klinik tahap 1 vaksin Merah Putih Unair dengan platform 'inactivated vaccine' yang sudah dilakukan pada hewan transgenik menunjukkan hasil yang baik dari sisi imunogenisitas, termasuk juga toksisitas di dalamnya," terangnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8/2021).

"Pendekatan imunnya tidak hanya amoral, tetapi juga seluler dan menghasilkan suatu hasil yang menjanjikan," tambahnya.

Hasil pre-klinik tahap 1 itu yang kemudian membawa vaksin Merah Putih Unair kini masuk ke tahap pre-klinik tahap 2 yang tengah berlangsung. Pada tahap ini, vaksin diujicobakan kepada hewan makaka atau sejenis primata.

"Jadi, vaksin yang kami kembangkan sekarang masih on going. Sementara respons imun yang kami dapatkan sampai kepada fisiologi. Lalu hasil antibodi ini menunjukkan tren yang baik," tambahnya.

Artinya, kata Prof Fedik, dosis yang diberikan oleh peneliti berfungsi dan mudah-mudahan sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat Indonesia, sehingga bisa menginduksi antibodi yang lebih baik.

Vaksin Merah Putih Unair ini sendiri diterangkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam waktu dekat akan mulai diujikan ke manusia. Tentu, jika hasil uji pre-klinik tahap 2 memberikan hasil yang baik.

"Uji coba ke manusia akan dilakukan dalam waktu dekat. Kami terus memantau dan mengontrol semua proses pengembangan vaksin Merah Putih Unair ini yang bekerja sama juga dengan PT Biotis," papar Penny K. Lukito.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini