Share

52% Bumil Terinfeksi Covid-19 adalah OTG, 20% Meninggal Dunia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 481 2457493 52-bumil-terinfeksi-covid-19-adalah-otg-20-meninggal-dunia-Y62seF2xzJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Medicaldaily)

IBU hamil kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Kabar baiknya, kini ibu hamil sudah diperkenankan untuk dapat vaksin Covid-19.

Bahkan Kementerian Kesehatan sudah membuat Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 Bagi Ibu Hamil. Anda sudah bisa ikut vaksin di semua sentra vaksinasi yang ada.

 hamil

Kepala BKKBN Dr (HC), dr Hasto Wardoyo, SpOG (K) mengatakan, ibu hamil menjadi kelompok yang sangat berisiko ketika terkena Covid-19. Maka pemberian vaksin untuk ibu hamil memang sangat diperlukan.

"Ibu hamil memiliki probabilitas terkena Covid-19 sama dengan yang lain, tapi probabilitas untuk meninggal jauh lebih tinggi dari yang lain," ujarnya lewat keterangan yang diterima Rabu (18/8/2021).

Ditambahkan Ketua Umum POGI Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K), ibu hamil sangat mudah terpapar atau memaparkan Covid-19 kepada orang lain. Ia mencatat bahwa 20% dari kematian ibu hamil disebabkan oleh ibu hamil yang terpapar Covid-19.

Sementara 52% ibu hamil yang terkena Covid-19 adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Dr Ari setuju bila ibu hamil telah diperkenankan dapat vaksin Covid-19.

Ditambah dengan dukungan banyak sentra vaksinasi dalam menyukseskan program ini. Kami berterima kasih dan mendukung kolaborasi ini dalam rangka menyehatkan bangsa," katanya lagi.

Para ibu hamil pun nampak antusias disuntik vaksin Covid-19 di beberapa sentra vaksinasi, seperti di BKKBN Jakarta bersama salah satu perusahaan farmasi.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengutarakan siap mendukung vaksinasi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Sentra vaksinasi ini diharap bisa memudahkan masyarakat, khususnya untuk ibu hamil.

"Ini merupakan permulaan dari rangkaian program vaksinasi yang juga akan dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia yang angka positif Covid-19 cukup tinggi dan pencapaian vaksinasinya masih butuh percepatan lagi, seperti Pekanbaru, Gresik, Kabupaten Bandung dan Bantul,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini