Share

Lesti Kejora Siraman dengan 7 Sumber Mata Air, Ini Maknanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 612 2457077 lesti-kejora-siraman-dengan-7-sumber-mata-air-ini-maknanya-1CanvxspGW.jpg Lesti Kejora (Foto : Instagram/@lestykejora)

SIRAMAN Lesti Kejora menjadi bagian penting dari perjalanan sang biduan muda menuju halal. Ya, calon istri Rizky Billar itu hari ini, Rabu (18/8/2021), menjalani siraman.

Adat Sunda menjadi konsep utamanya. Hal itu diungkapkan Irfan Hakim dan Indra Bekti, pemandu acara siraman Lesti Kejora. Hal itu juga bisa terlihat dari dekorasi dan beberapa atribut yang diperlihatkan di siaran langsung.

Diterangkan Irfan, seperti prosesi siraman pada umumnya, air yang akan dipakai untuk siraman Lesti Kejora pun diambil dari 7 sumber mata air berbeda. Walau, menurut Irfan, kalau susah cari sumber mata air, bisa diganti dengan 7 merk air mineral yang berbeda.

Lesti Kejora

(Foto Makeup Pengajian Lesti Kejora/IG @rizkymakeup)

Nah, menjadi pertanyaan Anda mungkin, mengapa harus diambil dari 7 sumber mata air berbeda? Apa makannya?

Mengacu pernyataan Ahli Pengantin, Mamie Hardo, air dari tujuh sumber mata air berbeda itu memiliki makna istimewa, yakni pertolongan.

"Kenapa harus tujuh? Tujuh itu artinya pertolongan. Maknanya, kita mengharapkan ada pertolongan dalam menjalani kehidupan," kata Mamie Hardo, dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Hari Patah Hati Nasional Buat Jomblo, Lesti Kejora Hari Ini Siap-Siap Jadi Istri Rizky Billar

Pernyataan serupa pun disampaikan Budayawan asal Solo, Kajeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, "Kalau di Jawa, tujuh itu pitu dan pitu artinya pertolongan. Sehingga, dengan diambilnya air dari 7 lokasi yang berbeda, ini menjadi simbol permohonan restu kepada orang banyak."

Tradisi 7 sumber mata air untuk siraman itu sendiri ternyata sudah ada sejak zaman dulu. Ini bermula, karena lokasi yang jauh, pengambilan air dari 7 sumber mata air berbeda ini digunakan sebagai sarana untuk menginformasikan keluarga dan kerabat tentang kabar bahagia tersebut.

Bedanya dengan zaman sekarang, pihak keluarga calon pengantin mengambil air dari lokasi yang berbeda tanpa ada maksud mengabarkan informasi pernikaan ke kerabat yang jauh.

"Kalau zaman sekarang, sudah terbiasa diambil dari beberapa masjid dan rumah kediaman, serta pastinya air zam-zam yang ini enggak pernah tertinggal," tambah Mamie Hardo.

Siraman calon pengantin perempuan hanya boleh dilakukan orangtua dan pihak keluarga, tepatnya sesepuh yang sudah pernah mantu. Buat yang masih lajang, tidak diperkenankan menyirami si calon pengantin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini