Penyebab Pasien Covid-19 Alami Kondisi LALILULELO

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 481 2457901 penyebab-pasien-covid-19-alami-kondisi-lalilulelo-Er3YLYN96m.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

KESULITAN berpikir atau lebih dikenal dengan LALILULELO tengah menjadi perhatian masyarakat saat ini. Gangguan berpikir (Cognitive Impairment) ini menjadi salah satu penyakit yang disebabkan akibat infeksi Covid-19.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan berdasarkan hasil penelitian, seseorang memiliki persentase mengalami Cognitive Impairment akibat Covid-19 mulai dari 59% hingga 65%.

Gangguan Berpikir

"Keluhan ini bahkan bisa terasa sampai 3-4 bulan. Kenapa bisa seperti itu? Dalam jurnal yang diterbitkan BMJ, menegaskan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan," kata dr. Fajri, saat dihubungi MNC Portal, Kamis (19/7/2021).

Baca Juga : Dokter Benarkan Adanya Kasus LALILULEO pada Pasien Covid-19

Lebih lanjut, dr. Fajri menjelaskan bahwa Covid-19 memang benar-benar jahat. Sebab virus ini bisa menyerang berbagai organ salah satunya adalah brain fog. Ini adalah salah satu dari tiga gejala terbesar Covid-19 selain lelah. Kesulitan berpikir menjadi salah satu dari gejala yang paling sering dilaporkan.

"Hal ini bisa terjadi karena adanya peradangan pada sel-sel otak sehingga bisa menyebabkan Chronic inflammation (terjadi peradangan yang kronis sehingga mengakibatkan gangguan kerja pada otak)," tambahnya.

Ia melanjutkan bahwa efek dari gangguan tersebut bisa sangat panjang, sehingga keluhan yang dirasakan juga cukup lama. Alhasil kondisi ini perlu menjadi perhatian pentingn, terlebih seseorang yang memang sudah memiliki masalah pada otak, tentu akan sangat memengaruhi.

"Pada manusia yang sehat saja bisa memengaruhi, apalagi bagi orang yang benar-benar sakit. Jadi seseorang harus berhati-hati betul terhadap Covid-19," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini