Covid-19 Bisa Sebabkan LALILULELO, Ini Tindakan yang Harus Dilakukan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 481 2458118 covid-19-bisa-sebabkan-lalilulelo-ini-tindakan-yang-harus-dilakukan-Eu5SITaCGk.jpg Ilustrasi panderita covid-19 mengalami gejala LALILULELO. (Foto: Freepik)

COVID-19 dinilai dapat menyebabkan gangguan berpikir atau lebih dikenal dengan istilah LALILULELO. Penemuan ini dipublikasikan oleh sejumlah jurnal yang menyebutkan adanya korelasi covid-19 dengan beberapa penyakit yang berhubungan dengan kognitif manusia.

Dalam jurnal BMJ tertulis dengan jelas bahwa efek covid-19 yang lama pada otak bisa menyebabkan gangguan kognitif. Kemudian dalam jurnal The Lancet juga menyebut orang yang telah pulih dari covid-19, termasuk mereka yang tidak lagi melaporkan gejala, menunjukkan defisit kognitif yang signifikan.

Baca juga: Dokter Benarkan Adanya Kasus LALILULEO pada Pasien Covid-19 

Pakar kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i mengatakan dalam jurnal The Lancet juga menyebut analisis kinerja yang lebih halus di seluruh sub-tes mendukung hipotesis bahwa covid-19 memiliki dampak multi-domain pada kognisi manusia.

Gejala LALILULELO pada penderita covid-19.

"Covid-19 sangat jahat karena bisa menyerang berbagai organ. Dalam bulan-bulan pertama seseorang akan kesusahan saat berpikir, dan kesulitan mengeluarkan perkataan ketika ingin berbicara. Ketika berpikir, ada alur yang terputus," terang dr Fajri saat dihubungi MNC Portal, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Penyebab Pasien Covid-19 Alami Kondisi LALILULELO 

Ia menambahkan, persentase pasien dengan gangguan kognitif yang signifikan secara klinis berkisar antara 59 hingga 65 persen. Tapi tergantung pada batas yang diterapkan untuk relevansi klinis gangguan kognitif dengan pembelajaran verbal dan fungsi eksekutif yang paling terpengaruh.

"Jika seseorang merasa mengalami gangguan berpikir (kognitif) akibat covid-19, hal yang harus dilakukan adalah segera mengunjungi dokter saraf. Sebab ada terapi-terapi, stimulasi, dan lainnya. Pola hidup sehat, pola makan sehat. Saat ini sedang dicari, apa terapi yang sesuai untuk mengatasi keluhan ini," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini