Hari Fotografi Sedunia, Semakin Banyak Orang Berkorban Nyawa demi Foto Sempurna

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 612 2457661 hari-fotografi-sedunia-semakin-banyak-orang-berkorban-nyawa-demi-foto-sempurna-mpyoRQkOO1.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik/v.ivash)

FOTOGRAFI memang terus mengalami perkembangan, seiring dengan alat-alat yang semakin canggih. Jika dulu kita berfoto menggunakan kamera dan harus meminta bantuan orang, kini kita bisa berfoto sendiri atau yang disebut selfie.

Apalagi, saat ini semakin banyak platform untuk menampilkan hasil jepretan yang sudah bisa diolah secara digital. Nah, di Hari Fotografi Sedunia ada baiknya melihat kembali perjalanan foto yang tadinya sebagai alat dokumentasi menjadi tempat mencari viral atau yang sering disebut panjat sosial.

Selama dekade terakhir, setiap tahun telah terjadi kematian yang tragis termasuk orang-orang yang jatuh dari tebing, kesetrum atau tenggelam demi berfoto selfie yang dianggap sempurna.

Tiga negara paling menonjol sebagai negara yang paling banyak mengalami cedera kematian akibat selfie yakni India, yang memiliki 176 kasus terkait selfie, Amerika Serikat (AS) dengan 26 kasus, dan Rusia dengan 19 kasus.

Lokasi yang paling banyak merenggut nyawa saat selfie adalah jalur kereta api. Sebanyak 62 orang tewas atau terluka di jalur kereta api, 38 orang di tebing dan 24 orang di sungai.

Selfie

Jumlah total ini dikumpulkan oleh inkifi.com yang menggunakan laporan media dari seluruh dunia. Awal tahun ini, seorang gadis di India yang mengambil foto selfie tenggelam ketika dia secara tidak sengaja dihempaskan ke sungai oleh seorang turis yang tidak sadar.

Nirupama Prajapati sedang berdiri di atas beberapa batu besar ketika seorang pria, yang juga memotret, mundur selangkah dan tersandung. Akibatnya Nirupama secara tidak sengaja jatuh ke air yang bergolak di bawah.

Pada 2017, delapan pria berusia 21 tahun dan 28 tahun tewas ketika mereka pergi ke satu sisi perahu untuk berfoto selfie dan tenggelam ketika mereka membalikkan kapal di waduk dekat Nagpur di India. Tiga anggota keluarga yang sama tenggelam saat mencoba berswafoto di kolam yang dalam.

Ada pula kisah para pria yang bukan perenang, yang memasang kamera di tepi air untuk berpose bersama tetapi harus berjuang tetap bisa mengapung di Gauridham Kund, India. India juga mencatat 48 orang terluka ketika mereka mengambil foto narsis saat terjadi kebakaran toko roti di Chennai.

Laporan ini juga menyebutkan tepi tebing adalah tempat alami untuk berfoto selfie tetapi sayangnya juga merupakan tempat kematian.

Pada akhir tahun lalu, Guilherme Chiapetti, 22, mengalami beberapa kali patah tulang dan cedera otak traumatis setelah kepalanya terbentur di Cachoeira da Onça, saat melakukan selfie di tempat kecantikan di Brasil.

Pada Januari 2020, Madalyn Davis, 21, jatuh dari ketinggian 30 meter setelah memanjat pagar untuk berpose bersama matahari terbit di Diamond Bay dekat Sydney, Australia.

Dua orang Inggris tewas setelah jatuh setinggi 9 meter saat mereka mencoba mengambil foto selfie di Costa Blanca, Spanyol pada 2019.

Kecelakaan selfie lainnya termasuk ibu dua anak Carmen Greenway, 41, yang juga tewas beberapa saat setelah mengambil foto selfie tersenyum di atas sepedanya di London.

Selfie

Sengatan listrik atau kesetrum saat selfie juga merupakan penyebab umum kematian lainnya. Di Kroasia, dua pria naik ke sebuah kontainer di kereta tempat mereka ingin berswafoto dan satu orang tewas akibat sengatan listrik 25.000 volt.

Pada 2018, lima orang jatuh ketika mencoba selfie seolah gambar sepatu yang menjuntai di atas cakrawala saat sebuah helikopter terbang di atas Manhattan.

Helikopter itu jatuh di East River dan mereka tenggelam akibat tidak bisa melepas tali pengikat yang membuat mereka terikat ke pesawat tanpa pintu sehingga mereka bisa mengambil gambar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini