Kontrol Gula Darah, Bolehkah Tambahkan Gula ke Makanan?

Antara, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 612 2457936 kontrol-gula-darah-bolehkah-tambahkan-gula-ke-makanan-FEDshfQsb0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KONSUMSI makanan tinggi gula dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan suasana hati pada pria, dan gangguan serupa berulang baik pada pria maupun wanita. Karenanya kita harus menjaga asupan gula selagi masih muda.

Seperti dikutip dari Healthline, berbagai penelitian juga menemukan hubungan antara diet tinggi gula dan depresi. Konsumsi gula yang berlebihan memicu ketidakseimbangan bahan kimia otak tertentu.

Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan depresi dan bahkan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko mengembangkan gangguan kesehatan mental pada beberapa orang.

GUla

Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia Cabang Banten, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK. mengatakan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar konsumsi gula Anda tak berlebihan.

Pertama, Juwalita membolehkan Anda menambahkan gula ke dalam masakan, karena jumlah yang Anda masukkan biasanya tidak akan berlebihan.

Kedua, sebaiknya hindari produk-produk yang didalamnya terdapat gula tambahan. Misalnya, Anda ingin mengkonsumsi susu, maka waspadalah pada produk yang diberi flavored milk atau yogurt karena biasanya mengandung gula yang ditambahkan di luar laktosa.

Bila Anda ingin minuman manis, sebaiknya carilah minuman yang berasal dari gula alami seperti sayur, buah dan susu. "Atau bila ingin cake, jangan sampai ada minuman manis lagi di hari yang sama," tutur Juwalita.

Anda bisa menjadikan jus buah dan sayur sebagai alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhan mikronutrisi Anda. Tetapi ini tak berarti menggantikan konsumsi kedua makanan ini dalam kondisi segar.

Juwalita mengatakan, khusus untuk buah dan sayur, Anda bisa mengombinasikan keduanya untuk mendapatkan serat, vitamin, antioksidan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini