Hari Nyamuk Sedunia, Yuk Kenali 4 Jenis yang Paling Berbahaya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 03:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 612 2458183 hari-nyamuk-sedunia-yuk-kenali-4-jenis-yang-paling-berbahaya-uAw88RfuPp.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP tanggal 20 Agustus memang diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia. Lantas kenapa harus memperingati nyamuk setiap tahunnya?

Pada zaman Yunani, malaria adalah penyakit yang selalu dihubungkan dengan kutukan dari dewa. Baru sekira 122 tahun lalu Sir Ronald Ross pertama berhasil mengidentifikasi nyamuk Anopheles sebagai vector malaria.

Tapi tidak semua nyamuk cuma membuat bentol loh, ada beberapa jenis nyamuk yang dikenal lebih berbahaya dibanding nyamuk lainnya. Dirangkum dari berbagai sumber seperti CDC hingga Youtube, berikut 4 jenis nyamuk paling berbahaya di dunia.

Nyamuk

Aedes aegypti

Nyamuk ini hidup di daerah tropis, subtropis, dan di beberapa daerah beriklim sedang. Mereka adalah jenis nyamuk utama yang menyebarkan zika, demam berdarah, chikungunya, dan virus lainnya. Nyamuk ini lebih suka memakan darah manusia dan lebih mungkin menyebarkan virus daripada jenis nyamuk lainnya.

Aedes albopictus

Nyamuk ini hidup di daerah beriklim tropis, subtropis, dan sedang, tetapi dapat hidup pada kisaran suhu yang lebih luas dan suhu yang lebih dingin daripada aedes aegypti.

Karena nyamuk ini memakan hewan dan juga manusia, mereka cenderung tidak menyebarkan virus seperti Zika, demam berdarah, chikungunya, dan virus lainnya.

Anopheles gambiae

Anopheles gambiae dapat menyebabkan penyakit malaria. Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria umumnya mengeluhkan gejala demam dan menggigil.

Culex pipiens

Culex pipiens, biasa disebut sebagai nyamuk rumahan. Gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan penyakit arbovirus. Ini adalah penyakit yang ditularkan ke vertebrata oleh serangga, khususnya arthropoda.

Ciri-ciri penyakit ini adalah demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini