Share

Vaksin Moderna Aman untuk Pengidap Autoimun, Perhatikan Hal Ini Sebelum Disuntik!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 481 2458377 vaksin-moderna-aman-untuk-pengidap-autoimun-perhatikan-hal-ini-sebelum-disuntik-R75YGOMSy9.jpg Vaksin Moderna (Foto : Marca)

JIKA mengacu pada kondisi di DKI Jakarta, pemerintah provinsi itu menetapkan vaksin Moderna yang dipakai untuk vaksinasi Covid-19 pasien autoimun. Apakah ini aman?

Dalam jurnal ilmiah yang sama dikatakan bahwa dokter memang akan merekomendasikan pasien dengan kondisi autoimun untuk mendapatkan vaksin mRNA seperti Pfizer atau Moderna.

"Vaksin mRNA mengandung fragmen mRNA yang mengarahkan sel untuk membuat protein lonjakan (spike protein) spesifik yang memasang respons antibodi terhadap virus yang sebenarnya," kata laporan tersebut.

Vaksin Moderna

Karena sifat tersebut, dokter meyakini kekuatan vaksin mRNA lebih baik untuk tubuh pengidap autoimun. "Kami tidak suka memberikan virus yang lemah kepada orang dengan gangguan kekebalan," kata dr John Magaldi, kepala spesialis reumatologi di Hartford Healthcare.

Baca Juga : Jakarta Mulai Vaksinasi Pengidap Autoimun Pakai Moderna, Benarkah Aman?

Ada catatan penting yang harus diperhatikan sebelum pasien autoimun menerima vaksin Covid-19. Menurut para dokter, pasien autoimun harus memastikan dirinya sangat sehat dan sedang tidak kambuh atau tengah menjalani pengobatan tertentu seperti terapi imunosupresif.

"Jika sedang menjalani terapi imunosupresif, direkomendasikan untuk menunda dapat vaksin seminggu hingga beberapa minggu setelahnya hingga dokter memastikan sistem kekebalan pasien dalam kondisi paling kuat," terang studi tersebut.

Baca Juga : Pengidap Autoimun Tak Bisa Sembarangan Divaksin Covid-19

Dengan menunda pemberian vaksin Covid-19 pada pasien autoimun yang sedang menjalani terapi, ini diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan vaksin.

"Salah satu tantangan saat ini adalah kami tidak memiliki tes untuk mengukur antibodi vaksin. Kami dapat menguji antibodi Covid-19 jika Anda memiliki virusnya, tetapi untuk mengukur antibodi yang dihasilkan vaksin, itu belum tersedia," kata dr Magaldi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini