Dokter Reisa Ungkap Alasan Anak Minimal Berusia 12 Tahun Bisa Divaksin

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 481 2458574 dokter-reisa-ungkap-alasan-anak-minimal-berusia-12-tahun-bisa-divaksin-tjijMNsiGX.jfif Dokter Reisa Broto Asmoro. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan dan Vaksinasi Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan program vaksinasi pada kelompok usia anak dan remaja, 12 hingga 17 tahun, beberapa waktu lalu sudah berjalan. Syarat utama anak-anak bisa mendapat vaksin covid-19 adalah minimal berusia 12 tahun.

Lalu bagaimana jika ada anak yang hanya tinggal menunggu satu atau dua bulan lagi memasuki usia 12 tahun? Apakah harus tetap sampai benar-benar sudah 12 tahun, atau bisa saja dilakukan vaksinasi covid-19 sekarang?

Baca juga: Dokter Reisa: Indonesia Total Kedatangan Lebih dari 190 Juta Dosis Vaksin Covid-19 

Jawabannya ternyata tetap harus menunggu. Demikian dijelaskan Dokter Reisa. Entah jarak yang ada tinggal hitungan pekan atau bulan, anak-anak tetap harus menunggu sampai usianya sudah 12 tahun baru bisa disuntikkan vaksin covid-19.

"Alasan utama harus tunggu minimal usia 12 tahun karena data uji klinis rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan persetujuan Badan POM mengindikasikan bahwa vaksin akan efektif pada anak usia 12 sampai 17 tahun. Jadi, tindakan vaksinasi harus berdasarkan sains dan pendapat para ahli," jelas Dokter Reisa dalam siaran pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/8/2021).

Ilustrasi vaksinasi anak.

Selain mengacu pada data uji klinis rekomendasi para ahli, alasan anak-anak minimal berumur 12 tahun juga merujuk skala prioritas kelompok atau golongan penerima vaksin. Mengingat dampak fatal infeksi covid-19 pada golongan orang tertentu, contohnya usia lanjut dan pemilik komorbid (penyakit penyerta).

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Dokter Reisa Bagikan 7 Panduan Pengendalian Penyakit 

"Menurut penelitian, gejala pada anak-anak, remaja, dan anak muda itu kebanyakan ringan, atau bahkan tidak ada sama sekali. Jadi kita utamakan dulu vaksin diberikan pada lansia dan orang dengan komorbid, karena mereka resikonya tinggi sekali kalau sampai terinfeksi covid-19, akibatnya bisa fatal,” tambahnya.

Dokter Reisa mengimbau para orangtua tidak khawatir stok vaksin untuk anak akan kekurangan atau habis. Sebab, sesuai catatan data per Jumat 20 Agustus 2021, stok vaksin covid-19 Indonesia sudah lebih dari 192 juta dosis, baik itu dalam bentuk produk vaksin jadi atau bahan baku dari lima produsen vaksin yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini