Mengenal Glutamat pada ASI, Asupan Pertama yang Ideal untuk Bayi

Antara, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 23:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 481 2458699 mengenal-glutamat-pada-asi-asupan-pertama-yang-ideal-untuk-bayi-dIdJfLZ15u.jpg Ilustrasi glutamat pada ASI. (Foto: Shutterstock)

AIR susu ibu (ASI) sangat penting untuk bayi. Ini berfungsi sebagai perlindungan paling awal bagi bayi yang baru lahir. Kemudian sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

ASI mengandung banyak nutrisi seperti glutamat atau asam amino bebas (FAA) yang merupakan sumber nitrogen sangat baik untuk bayi. Demikian dijelaskan dr Johanes Chandrawinata MND SpGK, ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Melinda Bandung, seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: WHO: Virus Marburg Bertahan di ASI dan Sperma meski Sudah Sembuh 

"Glutamat, berbagai zat gizi makro, zat gizi mikro, dan zat bioaktif yang terkandung dalam ASI menjadikannya makanan pertama yang ideal untuk bayi. Adanya zat bioaktif dalam ASI menunjukkan pentingnya ASI sebagai makanan fungsional yang berperan penting dalam daya tahan dan kesehatan bayi," kata dr Johanes.

Ibu menyusui. (Foto: Shutterstock)

Ia memaparkan, sebuah studi oleh Berthold Koletzko yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism pada 3 Desember 2018 menjelaskan bahwa kadar glutamat bebas dalam ASI enam kali lebih tinggi dari susu formula lainnya.

Pada bayi baru lahir, glutamat dan glutamin merupakan faktor pertumbuhan sel epitel usus. "Glutamat dan glutamin meningkatkan fungsi penghalang usus dan mempengaruhi perkembangan sel-sel imunitas. Dari segi anthropometri, glutamat dan glutamin ternyata juga membantu peningkatan tinggi dan berat bayi," terangnya.

Baca juga: Jika Takut Menularkan, Ibu Menyusui Positif Covid-19 Bisa Perah ASI 

Dikarenakan ASI sangat penting untuk bayi, dr Johanes juga memberikan beberapa tips bagi ibu menyusui agar bisa mengatur pola makannya, supaya produksi ASI juga tidak terganggu.

"Selama menyusui, kebutuhan kalori ibu meningkat 330-400 kkal per hari untuk produksi ASI. Untuk mendapatkan kalori ekstra ini, Anda bisa meningkatkan asupan makanan bernutrisi tinggi seperti 1 roti gandum utuh dengan 16 gram (1 sendok makan) selai kacang, satu buah pisang ukuran sedang, atau 225 gram yoghurt. Usahakan selalu pilih makanan yang sehat untuk membantu produksi ASI," papar dr Johanes.

Pilih makanan berprotein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, susu, kacang-kacangan, dan makanan laut rendah merkuri. Pilih biji-bijian dan sayuran serta buah-buahan yang berserat tinggi.

Baca juga: Dokter Tegaskan ASI Ibu Positif Covid-19 Tidak Tularkan Virus ke Bayinya 

Berbagai makanan akan mengubah rasa ASI. Hal ini baik bagi bayi untuk dapat membedakan rasa, sehingga membantu bayi lebih mudah menerima makanan padat di kemudian hari. Kemudian cobalah untuk minum satu gelas air atau minuman lain setelah setiap menyusui.

"Perlu diingat bahwa minuman manis dan jus mengandung banyak gula yang dapat mengganggu proses penurunan berat badan setelah kehamilan. Kurangi asupan kafein karena kafein dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini