Kenali Berapa Lama Produk Kecantikan Ini Expired setelah Dibuka

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 611 2458191 kenali-berapa-lama-produk-kecantikan-ini-expired-setelah-dibuka-easFrxso5i.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MAKEUP mungkin menjadi salah satu kebutuhan utama para perempuan. Tidak jarang para perempuan memiliki stok makeup yang cukup banyak, meskipun yang lama belum habis.

Tapi, dengan adanya pandemi ini tentu saja pengaplikasian makeup menjadi lebih jarang, karena kebanyakan hanya berada di rumah. Di sisi lain, seperti makanan, makeup juga memiliki masa habis pakai.

Mungkin sulit untuk mengetahui berapa lama amannya untuk Anda pakai karena tak ada tanggal kadaluarsa. Berikut saran para pakar kesehatan tentang kapan seharusnya Anda membuang barang-barang seperti makeup dan perawatan kecantikan, seperti dilansir laman Shape:

Makeup

Pelembap

Setelah Anda membuka kemasannya, barang ini bisa tahan hingga satu tahun. Jika belum Anda buka, maka pelembab bisa tahan hingga dua tahun.

Seiring waktu, bakteri dapat tumbuh dan menyebabkan ruam atau infeksi (terutama jika wadah pelembab berbentuk seperti toples sehingga jari Anda harus masuk ke dalamnya untuk mendapatkan pelembab, jelas Dr. Jaliman.

Pelembab dengan bahan tambahan seperti asam alfa hidroksi menimbulkan risiko tambahan karena bisa menjadi lebih terkonsentrasi dan mengiritasi kulit.

Krim jerawat

Sebaiknya buang krim jerawat Anda setelah dua tahun masa pakai. Tetapi bisa lebih cepat jika Anda melihat ada perubahan warna, konsistensi, atau bau. Krim yang kadaluarsa tidak efektif, karena bahan-bahan aktifnya dapat pecah dan menguap.

Tabir surya

Kapan melakukan lemparan: Satu tahun dari tanggal pembelian, atau setelah tanggal kedaluwarsa.

"Bahan kimia dalam lotion yang menghalangi matahari membusuk, membuatnya tidak efektif," kata Dr. Jaliman. 

Maskara

Setelah tiga bulan masa pakai sebaiknya buang maskara Anda. Bakteri yang mungkin ada di sana dapat menyebabkan mata merah (konjungtivitis), menurut Anne Sumers, M.D., juru bicara American Academy of Ophthalmology.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini