Share

Alasan Mengapa Kebaya Selalu Disukai Kaum Wanita Indonesia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 12 2458846 alasan-mengapa-kebaya-selalu-disukai-kaum-wanita-indonesia-po8nXSTiey.jpg Foto (Instagram Ayumaulida97)

JAKARTA - Indonesia memiliki beragam jenis dan model kebaya. Pakaian ini sejatinya identik dengan pakaian tradisional perempuan Indonesia. Masing-masing model kebaya memiliki ciri khas masing-masing yang membedakannya satu sama lain.

Jika dahulu kebaya hanya dikenakan pada acara-acara resmi, saat ini telah banyak model kebaya #DiIndonesiaAja yang telah dimodifikasi dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan. Tentunya ini menjadi salah satu dari sekian banyak inspirasi fesyen kekinian di Indonesia.

Tampilan kebaya biasanya akan disesuaikan dengan momennya agar tak terkesan kuno dan dapat terus mengikuti perkembangan zaman. Kombinasi warna serta paduan kain yang digunakan juga akan memengaruhi tampilan kebaya, lho.

Meski dikenal sebagai pakaian tradisional, hingga saat ini kebaya masih terus eksis dan disukai oleh berbagai kalangan perempuan di Indonesia. Mengapa demikian? Simak ulasannya.

1. Modelnya Tak Lekang oleh waktu

 

(Foto kebaya Jawa: Instagram anneavantieheart)

Kebaya merupakan pakaian yang dapat dikenakan oleh beragam segmentasi usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hal ini karena model kebaya sangatlah beragam dan dapat disesuaikan pula dengan perkembangan fesyen #DiIndonesiaAja dari waktu ke waktu.

Seperti diketahui, kebaya tradisional umumnya identik dengan penggunaan kain wiru, selendang, stagen, selop, serta sanggul di bagian kepala. Beberapa model kebaya tradisional di antaranya, seperti kebaya Jawa dan kebaya Kartini.

Kebaya Jawa biasanya identik dengan potongan pada bagian leher yang berbentuk seperti huruf V. Kebaya ini pun memiliki bahan kain yang transparan dari brokat atau lace dengan model yang cenderung sederhana, tetapi tetap terlihat elegan.

Sementara itu, kebaya Kartini memiliki lipatan kerah yang membentuk garis vertikal dengan panjang kebaya yang mentupi panggul. Siapa saja yang memakai kebaya ini pastinya akan memancarkan kesan postur tubuh yang lebih langsing dan tinggi.

Baik kebaya Jawa maupun kebaya Kartini, kini telah banyak diproduksi dengan warna-warna pastel ataupun earth tone. Ini tentunya sesuai dengan minat pasar yang kini banyak mencari warna-warna lembut untuk pakaian mereka.

Namun, kini kebaya-kebaya tersebut justru masih kerap dikenakan oleh perempuan Indonesia. Modelnya yang terbilang sederhana dan tetap memberikan kesan elegan inilah yang menjadi alasan mengapa kebaya-kebaya tersebut masih digemari.

Tertarik untuk memiliki model kebaya tersebut? Jangan khawatir, Anda tetap bisa #BeliKreatifLokal secara online, lho! Model kebaya dapat dipilih melalui katalog elektronik yang ada pada e-commerce maupun media sosial para pengusaha kreatif lokal. Tinggal duduk manis #DiRumahAja, paket kebaya pilihan Anda akan segera meluncur!

2. Mudah dipadupadankan

 

(Foto: Instagram mahestri_id)

Seperti diketahui bahwa kebaya tak hanya indah dan elegan, tetapi juga mudah untuk dipadupadankan. Baik warna-warna dengan karakter yang kuat atau pun warna pastel, dapat dengan mudah dipadupadankan dengan bawahan kain, rok, bahkan celana.

Modifikasi kebaya menjadi model yang jauh lebih simple membuatnya semakin cocok untuk dikenakan dalam berbagai momen. Tampilan kebaya pun juga dapat menjadi lebih kasual, tanpa menghilangkan nilai-nilai dari kebaya itu sendiri.

Kebaya umumnya dapat Anda padukan dengan kain sebagai bawahan. Ada pun beberapa jenis kain yang dapat digunakan, di antaranya seperti batik parang kusumo khas Solo, kain jumputan khas Palembang, batik sogan khas Yogyakarta, kain lurik asal Klaten, batik Bali, atau batik Garutan khas Garut dengan warna pastel yang manis.

Jika dahulu pemakaian kain ini terbilang rumit, kini telah banyak produk kain lilit siap pakai yang ditawarkan para pengusaha kreatif lokal #DiIndonesiaAja, lho! Karena saat ini masih disarankan untuk mengurangi mobiltas, sehingga belum memungkinkan Anda mengunjungi berbagai daerah #DiIndonesiaAja untuk berburu berbagai jenis kain sebagai padu padan kebaya, Anda bisa dengan mudah mendapatkan kain-kain dari berbagai daerah tersebut secara online melalui e-commerce atau media sosial para pelaku usaha.

Jika tak terbiasa mengenakan rok, jangan khawatir. Anda bisa mencoba memakai celana dengan berbagai bahan. Pilihlah warna yang senada dengan warna dominan kebaya. Anda juga dapat memakai sepatu, selop, sandal, maupun sneakers sebagai alas kaki.

3. Mengandung nilai filosofis

 

 (Foto: Instagram samara.atelier)

Keberadaan kebaya nyatanya tidak hanya sebatas pakaian saja, tetapi lebih dari itu, kebaya justru menyimpan sebuah filosofi tersendiri. Filosofi tersebut mengandung arti dari nilai-nilai kehidupan.

Adapun nilai filosofi dari kebaya, yaitu kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang serba lembut. Kebaya juga menjadi ikon wanita Indonesia yang anggun dan berbudaya, selalu mengayomi, serta memberikan ketentraman hati.

Bentuknya yang sederhana merupakan wujud kesederhanaan masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, kebaya identik dengan balutan kain jarik yang kerap membuat siapa saja yang menggunakannya tak leluasa bergerak. Itulah kenapa wanita pemakai kebaya identik dengan pribadi yang lemah gemulai.

4. Memberi kesan mewah dan anggun

 

 (Foto: Instagram mwofficial.id) 

Saat ini, banyak sekali model kebaya modern yang berbentuk dress, baik itu panjang maupun pendek. Animo akan kebaya dress ini terbilang tinggi, mengingat jenis busana ini dapat digunakan di acara-acara yang bersifat santai sekalipun.

Ciri khas kesederhanaan sebuah kebaya tetap diusung sebagai perpaduan konsep tradisional dan modern dari kebaya. Kesan anggun dan mewah tetap terpancar meski dibalut dengan konsep yang kekinian.

Penggunaan bahan-bahan seperti brukat, tile, hingga organza pun semakin banyak diminati. Tak heran jika keberadaan kebaya tak pernah habis tergerus zaman karena perkembangannya yang justru terus mengikuti selera fesyen dari waktu ke waktu.

Namun, konsep ini tentunya tidak mengurangi nilai dari kebaya tradisional itu sendiri. Baik kebaya modern dan tradisional, keduanya sama-sama memikiki kesan elegan dan mewah. Cobalah untuk menengok koleksi para desainer lokal yang memproduksi kebaya asli Indonesia melalui e-commerce atau media sosial, dijamin Anda pasti jatuh cinta!

5. Melestarikan budaya asli Indonesia

 

(Foto: Instagram therealdisastr

Menurut desainer Musa Widyatmodjo, nama kebaya awalnya diduga berasal dari bahasa Arab, yaitu 'abaya' yang berarti pakaian. Namun, ada juga pendapat yang menyebutkan kebaya berasal dari negeri Tiongkok dan sudah dikenal dan dikenakan sejak ratusan tahun yang lalu.

Jenis pakaian kebaya, lanjut Musa, menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian kebaya akhirnya diterima dalam adab budaya dan norma masyarakat setempat.

Kebaya bahkan telah ditetapkan sebagai busana nasional perempuan Indonesia dalam lokakarya di Jakarta pada 1978. Ketetapan tersebut juga terdapat di dalam Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1972 tentang Djenis-Djenis Pakaian Sipil dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melestarikan kebaya. Selain agar busana nasional ini tetap eksis di kehidupan masyarakat dan membarakan semangat #BanggaBuatanIndonesia, menggunakan kebaya juga dapat membantu para pelaku UMKM untuk bertahan di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

Hal ini juga ditegaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Dirinya mengimbau agar kekayaan ini dapat selalu dilestarikan dan dikembangkan agar #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh, serta dapat selalu memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Upaya pelestarian kebaya perlu didukung dan semakin memperkenalkan kebaya pada generasi muda. Dengan mengenakan kebaya, Anda telah membantu pelaku UMKM terutama di bidang busana agar tetap bertahan pada kondisi pandemi Covid-19,” kata dia.

Nah, selama masa PPKM berlangsung dan mengharuskan Anda untuk tetap berada #DiRumahAja, Anda juga dapat mengisi waktu selama berada #DiRumahAja dengan mengikuti video Kompetisi TikTok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja. Caranya sangat mudah, Anda hanya tinggal membuat konten kreasi video TikTok berdurasi maksimal 15 detik.

Jangan lupa untuk menggunakan efek #DiIndonesiaAja dan backsound jingle ‘Aku Cinta Indonesia’. Upload video kreasi tersebut dengan hashtag #DiIndonesiaAja dan mention @indonesia.travel. Pastikan akun TikTok Anda tidak di-private, ya. Dapatkan hadiah total jutaan rupiah dan merchandise eksklusif Wonderful Indonesia untuk 20 orang pemenang.

Mudah bukan? Tunggu apalagi, yuk segera ikutan! Follow juga akun TikTok @indonesia.travel dan akun Instagram @pesonaid_travel untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar pariwisata dan produk kreatif lokal #DiIndonesiaAja.

Oh iya, meski berada #DiRumahAja, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19, ya! Hal itu tentunya demi menekan angka penyebaran virus Covid-19 guna mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Tak kalah penting, patuhi protokol kesehatan 6M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. Semua ini tentunya karena #InDOnesiaCARE akan kesehatan dan keselamatan diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi. CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini