Share

Ibu Hamil Baru Bisa Dapat Vaksin di Usia 13 Minggu, Peran Bidan Sangat Dibutuhkan

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 612 2458964 ibu-hamil-baru-bisa-dapat-vaksin-di-usia-13-minggu-peran-bidan-sangat-dibutuhkan-eMkZS4u5vY.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

SELAMA pandemi ini, semua tenaga kesehatan memang dikerahkan untuk membantu para pasien Covid-19. Bukan hanya dokter, para perawat hingga bidan pun saling membantu merawat para pasien.

Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (Ketum IBI) Emi Nurjasmi, Survey riskesdas menunjukkan bahwa hampir 85% ibu hamil di Indonesia, periksa nya ke bidan.

"Bidan itu tingkat trust nya dari masyarakat tinggi. Maka saya mendorong peran bidan untuk lebih diberdayakan", ujarnya melalui dialog bertema 'Suara Nakes Untuk Indonesia' yang diselenggarakan secara daring oleh Radio MNC Trijaya Networks pada Sabtu (21/8/2021).

Emi kemudian menyoroti persoalan Covid-19 yang terjadi pada ibu hamil atau bumil. Menurutnya, ibu hamil yang terpapar virus Covid-19 justru memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan pasien lainnya.

"Resiko ibu hamil untuk tertular itu tidak besar. Namun ketika ia tertular, resiko untuk mendapatkan gejala atau efek yang lebih berat itu jauh lebih besar", ujar Emi.

Bidan lulusan Universitas Indonesia tersebut mengungkapkan fakta bahwa di Jawa Barat, 40% kematian ibu hamil yang terjadi saat persalinan terjadi karena Covid.

Sehingga melalui organisasi profesi kebidanan yang ia pimpin, Emi menjadi salah seorang inisiator untuk pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil. Bersama dengan pemerintah, IBI telah menyelenggarakan vaksin bagi ibu hamil per bulan Agustus ini dan sudah mulai berjalan di beberapa daerah.

Ibu hamil memang bisa divaksin, tapi setelah masa kehamilan 13 minggu ke atas dan tetap memperhatikan beberapa ketentuan lainnya semisal memastikan kondisi kesehatan bumil yang bersangkutan.

Tak lupa, Emi juga meminta pemerintah untuk tak henti-hentinya menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terhadap setiap upaya dalam program penanggulangan pandemi di Indonesia. "Yang namanya kesehatan itu mulai dari masyarakat. Enggak akan selesai kalau kita bicara di hilir", ucapnya

"Edukasi itu tidak bisa sekilas-sekilas. Itu harus berulang-ulang, dan kita harus ada di tengah-tengah masyarakat langsung", pungkas Emi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini