Peran Puskesmas Kurang Dimaksimalkan untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Andaru Danurdana, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 612 2458980 peran-puskesmas-kurang-dimaksimalkan-untuk-pengangan-pandemi-covid-19-5hxdrlU2Gg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memang nampak keteter dalam menemukan solusi yang paling efektif menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun pemerintah sudah menerapkan banyak aturan untuk mempermudah penanganan Covid-19, tapi praktik di lapangan nampaknya berbeda dari yang diinginkan.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Ede Darmawan, mengaku prihatin dengan penanganan Covid-19 di Indonesia yang masih jauh dari standar. Dia pun turut menyayangkan kurangnya implementasi epidemolog di Indonesia.

“Kesannya epidemolog hanya meneliti dari jauh saja, padahal seharusnya mereka ditempatkan di puskesmas biar bisa melihat suasana secara langsung,” jelasnya di Polemik MNC Trijaya yang bertajuk Suara Nakes untuk Indonesia.

Ede pun berpendapat bahwa kurangnya epidemolog di lapangan membuat sistem kesehatan Indonesia mencari siapa yang ada. Akibatnya, petugas pun tidak memiliki latar belakang sesuai. Alhasil, kasus-kasus pun sulit di-tracing dengan sempurna.

Menambahkan, Sekjen Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK), Dedi Supratman, mengutarakan bahwa sulitnya tracing ini juga disebabkan oleh adanya stigma tentang Covid-19 di masyarakat. “Covid ini jadi kayak aib. Jadi banyak masyarakat yang malu untuk melapor,” tutur dia,

Stigma ini pun tumbuh dikarenakan kurangnya promotor kesehatan yang seharusnya bisa menjadi jembatan antara para ahli dan masyarakat. Bagi sebagian masyarakat awam, data Covid-19 dan juga berbagai macam protokol kesehatan masih terlihat seperti sesuatu yang asing dan tak bisa dimengerti. Di sinilah tugas promotor kesehatan untuk mengedukasi masyarakat tentang sistem yang ada.

Menurutnya, saat ini yang bisa mengendalikan pandemi adalah ketaatan terhadap prokes dan menguatkan masyarakat dan sistem kesehatan. Selain itu, Ede melihat peran puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masih sebagai tes kesehatan tahap pertama saja.

Padahal, bila mengerahkan para relawan dan juga tenaga kesehatan dengan baik di Puskesmas dia yakin bahwa rumah sakit tidak akan penuh seperti yang sudah terjadi belakangan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini