Beser dan Mengompol Ternyata Berbeda Lho, Ini Penjelasannya

Antara, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 481 2459896 beser-dan-mengompol-ternyata-berbeda-lho-ini-penjelasannya-vS7xrytQbX.jpg Ilustrasi perbedaan beser dan mengompol. (Foto: Freepik)

BESER dan mengompol ternyata berbeda. Ini termasuk dua masalah yang bisa dialami siapa saja, mulai anak-anak hingga lansia. Demikian diungkapkan Profesor Dr dr Siti Setiati SpPD KGer MEpid dari Divisi Geriati Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Beser (overactive bladder/OAB) merupakan gangguan fungsi berkemih atau gangguan penyimpanan urine di kandung kemih yang ditandai keinginan berkemih tidak tertahankan, tiba-tiba dan diikuti berkemih berkali-kali.

Baca juga: Ini Penyebab Gangguan Berkemih pada Pria dan Wanita 

Dari sisi frekuensi berkemih, mereka yang beser bisa buang air kecil 8 kali atau lebih dalam 24 jam. Padahal, orang normal biasanya 4-5 jam sekali atau maksimal 6 kali dalam sehari.

Sementara mengompol (inkontinensia) yakni kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan atau mengendalikan keluarnya urin dan ini umumnya kelanjutan dari OAB.

Ilustrasi gangguan berkemih. (Foto: Pixabay)

"Masalah beser dan mengompol bukan pada lansia saja, lintas umur. Beser itu belum sampai mengompol, kalau mengompol kelanjutan beser," ujar Prof Siti dalam edukasi media secara virtual, seperti dikutip dari Antara, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Anak Masih Mengompol? Atasi Saja Pakai Diet dan Terapi Ini 

Menurut Prof Siti, baik beser maupun mengompol tidak bisa dianggap masalah biasa karena dapat menurunkan kualitas hidup. Dimulai dari gangguan tidur akibat sering terbangun di malam hari untuk berkemih, sulit beraktivitas, khawatir tak bisa menemukan kamar mandi bila ingin berpergian dan lainnya.

Pada mereka, terutama lansia, sering buang air kecil dan terburu-buru karena tidak bisa menahannya bisa meningkatkan risiko jatuh. Di sisi lain, popok atau pembalut dianggap bukan solusi karena bisa menyebabkan masalah baru yakni ruam-ruam hingga lecet pada bokong.

Beberapa penyebab mengompol dan beser dapat diperbaiki tanpa obat-obatan, sehingga pasien tidak perlu terlalu terburu-buru meminum obat. Tenaga medis pasti akan melakukan pengkajian yang lebih menyeluruh terlebih dahulu sebelum memberikan obat.

Sebelum obat, mengatasi kedua masalah ini bisa melalui sejumlah cara antara lain: pembatasan asupan minum, tidak minum 2 jam sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein, alkohol, minuman bersoda, minuman manis, berhenti merokok, menurunkan berat badan bila sebelumnya mengalami kelebihan bobot, bladder retaining. Latihan misalnya yang berfokus pada otot dasar panggul juga bisa dilakukan.

Baca juga: Anak Usia 5 Tahun Lebih Masih Mengompol, Wajarkah? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini