Kenali Kanker Osteosarkoma pada Anak, Gejalanya Mirip Patah Tulang

Antara, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 612 2459402 kenali-kanker-osteosarkoma-pada-anak-gejalanya-mirip-patah-tulang-2riJpQO5b3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK masyarakat Indonesia memang lebih memilih pergi ke dukun patah tulang atau pengobatan alternatif ketimbang ke rumah sakit. Padahal, bisa jadi masalah yang dialami merupakan masalah serius.

Karena, bisa saja sebetulnya sendi dan tulang yang dirasa nyeri dan bengkak itu terjadi akibat kanker tulang osteosarkoma yang justru akan semakin parah bila diurut. Oleh karena itu, ketika anak-anak mengalami hal ini segera periksakan ke dokter.

Karena, nyeri dan bengkak terutama di sekitar lutut adalah ciri-ciri awal dari kanker tulang osteosarkoma yang harus segera ditangani secara medis.

Dokter spesialis bedah onkologi Prof. Dr. dr. Achmad Fauzi Kamal SpOT (K), mengatakan kondisi anak bisa jadi lebih parah bila bagian yang bengkak dan nyeri itu malah diurut. Fauzi menjelaskan bahwa bila bagian yang bengkak tersebut dipijat atau diurut, justru akan merangsang sel kanker tumbuh semakin cepat dan tumor cepat menyebar.

Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa osteosarkoma adalah kanker tulang primer yang banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Osteosarkoma paling sering ditemukan di tulang sekitar lutut, baik di ujung tulang paha atau pangkal tulang kering.

Kanker

Bengkak dan nyeri adalah gejala awal yang harus diwaspadai, apalagi bila rasa nyeri bertambah parah walau sudah diobati dengan pereda nyeri biasa.

"Cirinya adalah nyeri progresif, setelah minum obat akan mereda, lalu kemudian sakitnya semakin parah, selanjutnya nyeri itu tidak merespons obat antinyeri biasa," jelas Fauzi.

Bengkak yang dialami bervariasi, bisa sangat besar hingga kulit sampai menipis. Gejala lainnya adalah penurunan berat badan yang drastis dan pasien tidak bisa berjalan. Kadang juga disertai patah tulang. Nyerinya juga bisa sangat mengganggu ketika malam hari sehingga anak kesulitan tidur.

“Jika gejala itu dialami anak di usia pertumbuhan 10-20 tahun, orang tua harus curiga dan membawa ke dokter karena hampir pasti itu keganasan pada tulang. Mengapa hampir pasti? Karena kalau tumor jinak biasanya tidak sakit," kata dia.

Dibandingkan jenis kanker lain pada anak, kejadian osteosarkoma relatif rendah. Namun kanker ini sangat progresif dan angka kematiannya cukup tinggi.

Menurut WHO, prevalensinya sekitar 4-5 orang per 1 juta penduduk. Puncak insiden osteosarkoma adalah di usia 10-20 tahun yang mencapai 70 persen. Di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo, ada 219 kasus osteosarkoma berdasarkan data 1995-2007. Ada sekitar 16 kasus per tahun dan sejak 2014 hingga sekarang telah ditemukan 19 kasus per tahun.

Mengenali gejala sejak dini dan sigap membawa anak ke dokter bakal menentukan hasil akhir dari perjalanan kanker osteosarkoma, sebab kanker ini bisa bertambah parah dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan. Osteosarkoma bisa menyebar ke paru-paru, tulang lain serta sumsum tulang.

"Jangan menunda-nunda. Kanker ini sangat cepat membesar, sehingga orang tua harus segera membawa ke dokter begitu timbul gejala awal. Akan lebih baik jika langsung dibawa ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap yang bisa menangani kanker tulang," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini