Banyak Mengandung Glutamat, Ibu Menyusui Harus Atur Pola Makan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 481 2460007 banyak-mengandung-glutamat-ibu-menyusui-harus-atur-pola-makan-BJ9eRd9MiO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ASI sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, karena mengandung banyak nutrisi. Seperti glutamat atau asam amino bebas (FAA) yang merupakan sumber nitrogen yang baik untuk bayi.

Ahli Gizi Klinis di RS Melinda Bandung dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK menjelaskan, selain glutamat, berbagai zat gizi makro, zat gizi mikro, dan zat bioaktif yang terkandung dalam ASI menjadikan makanan pertama yang ideal untuk bayi.

 Asi

"Adanya zat bioaktif dalam ASI menunjukkan pentingnya ASI sebagai makanan fungsional yang berperan penting dalam daya tahan dan kesehatan bayi,” ujar dr. Johanes dilansir dari keterangan resmi Ajinomoto Indonesia.

Sebuah studi oleh Berthold Koletzko yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism 3 Desember 2018 menjelaskan, kadar glutamat bebas dalam ASI 6 kali lebih tinggi dari susu formula lainnya.

"Pada bayi baru lahir, glutamat dan glutamin merupakan faktor pertumbuhan sel epitel usus. Glutamat dan glutamin meningkatkan fungsi penghalang usus dan mempengaruhi perkembangan sel-sel imunitas."

"Dari segi anthropometri, glutamat dan glutamin ternyata juga membantu peningkatan tinggi dan berat bayi,” lanjutnya.

Karena ASI salah satu zat gizi penting untuk anak, maka Dr Johanes menganjurkan ibu menyusui bisa mengatur pola makannya. Hal ini perlu dilakukan supaya produksi ASI juga tidak terganggu.

"Selama menyusui, kebutuhan kalori ibu meningkat 330-400 kkal per hari untuk produksi ASI," terangnya.

Dia mencontohkan, agar mendapatkan kalori ekstra, Anda bisa meningkatkan asupan makanan bernutrisi tinggi. Seperti 1 roti gandum utuh dengan 16 gram (1 sendok makan) selai kacang, satu buah pisang ukuran sedang, atau 225 gram yogurt.

Usahakan pula selalu pilih makanan yang sehat untuk membantu produksi ASI. Pilih makanan berprotein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, susu, kacang-kacangan, dan makanan laut rendah merkuri.

Lalu tambahkan biji-bijian dan sayuran serta buah-buahan yang berserat tinggi. Berbagai makanan akan mengubah rasa ASI.

"Hal ini baik bagi bayi untuk dapat membedakan rasa, sehingga membantu bayi lebih mudah menerima makanan padat di kemudian hari," imbuh dia.

Kemudian, cobalah untuk minum 1 gelas air atau minuman lain setelah setiap menyusui. Perlu diingat bahwa minuman manis dan jus mengandung banyak gula yang dapat mengganggu proses penurunan berat badan setelah kehamilan.

"Kurangi asupan kafein karena kafein dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi," lanjutnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini