Share

Kunyit Ternyata Bisa Hambat Terjadinya Badai Sitokin Loh

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 481 2460008 kunyit-ternyata-bisa-hambat-terjadinya-badai-sitokin-loh-V0SW9DTH0I.jpg Ilustrasi. (Foto: Boldsky)

BADAI sitokin bisa menyerang pasien Covid-19 dari segala usia. Namun menurut para ahli, badai sitokin bisa dihambat dengan konsumsi herbal. Seperti apa penjelasannya?

Prof DR Nurfina Aznam, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang juga Dewan Pengarah Forum Solidaritas Kemanusiaan menjelaskan, herbal berfungsi sebagai imunomodulator yang bisa menjaga imunitas. Salah satu yang diteliti adalah kunyit.

"Kunyit punya zat aktif curcurmin yang bersifat antivirus, antibakteri, antiperadangan juga antioksidan," katanya lewat keterangan resminya.

Kunyit

Prof Fina menambahkan, sifat dari antiperadangan kunyit ini bisa menghambat badai sitokin. Badai sitokin terjadi akibat peradangan berlebihan saat virus menyerang tubuh manusia.

"Kalau virus masuk ke tubuh kita menyebabkan terjadinya peradangan berlebihan atau badai sitokin. Nah ini bisa dihambat dengan antiperadangan di kunyit," terangnya.

Sementara itu, pada kunyit juga mengandung sifat antioksidan. Tubuh manusia sangat membutuhkan antioksidan sebagai penangkal radikal bebas.

"Kita juga sering dengar supaya awet muda minum antioksidan, karena dia menangkal radikal bebas. Nah kunyit ada curcumin mengangkat radikal bebas agar tak teroksidasi berlebihan," katanya.

Lalu kunyit juga bersifat antibiotik alami. Tanaman rempah ini tentu bisa menghambat bakteri dalam tubuh, baik secara preventif maupun kuratif.

"Sayangnya masyarakat generasi sekarang sudah tidak suka jamu. Padahal khasiatnya banyak, dan ini ga hanya preventif, tapi kuratif bisa, dalam kondisi pandemi dibutuhkan," katanya.

Padahal cara mengolahnya pun tidak sulit. Mudahnya kunyit diolah menjadi minuman berkhasiat.

"Cara mengolahnya diparut 2 ruas dan diperes ambil airnya minum, agar rasanya enak kasih madu. Diblender juga boleh, atau dirajang lalu direbus, dirajang lalu dijemur asal jangan berjamur. Jadi kalau minum tinggal seduh," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pemulihan Kesehatan FSK Efmansyah Iken Lubis menambahkan, selain herbal, banyak cara untuk meningkatkan imunitas tubuh. Yaitu mengonsumsi vitamin, suplemen hingga makan makanan bergizi.

"Di masa pandemi, masyarakat juga harus sadar imun. Gerakan ini menitikberatkan kepada edukasi akan khasiat herbal untuk meningkatkan imunitas kepada masyarakat, khususnya herbal asli Indonesia yang sangat mudah diperoleh," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini