Update Vaksinasi, Menkes Sebut 91 Juta Dosis Sudah Disuntikkan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 481 2460165 update-vaksinasi-menkes-sebut-91-juta-dosis-sudah-disuntikkan-cY83RyLv71.png Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: YouTube Kementerian Kesehatan RI)

VAKSINASI merupakan hal penting yang dilakukan untuk mengatasi pandemi covid-19. Oleh karena itu, ketersediaan vaksin harus diperhatikan betul agar bisa mencakup seluruh masyarakat Indonesia. Dengan vaksinasi maka tingkat keparahan akibat covid-19 bisa ditekan sehingga mampu menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

Baca juga: Menkes Imbau Tidak Pilih-Pilih Vaksin Covid-19, Semua Manfaatnya Sama 

Dalam jumpa pers yang disiarkan langsung kanal YouTube Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (24/8/2021), Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin diminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembaruan mengenai kondisi stok vaksin covid-19 di Tanah Air. Ia menjelaskan saat ini Indonesia memiliki 130 juta vaksin yang sudah diterima sampai sekarang.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

"Per kemarin sudah disuntikkan 91 juta (dosis). Dari 130 juta itu, 116 juta sudah ada di daerah. Sementara 8,1 juta itu sedang dalam perjalanan. Hanya sekira 5,3 juta vaksin yang dipegang. Sebagian masih ada dalam stok dan beberapa sedang dalam proses untuk redressing. Jadi masuk dari luar negeri, kita harus ubah kemasannya sebelum dikirim lagi. Sementara sisanya kita pegang sebagai stok," kata Menkes Budi.

Baca juga: Atasi Pandemi pada 2022, Kemenkes Fokus di Hulu Terapkan Prokes Dibantu Teknologi 

Dari 116 juta vaksin yang sudah ada di daerah, per Senin 23 Agustus 2021, sudah disuntikkan sekira 91 juta dosis. Sehingga masih ada stok di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sekira 25 juta dosis (116– 91 juta). Alhasil saat ini masih ada sekira 25 juta stok vaksin yang tersedia di daerah.

"Apabila kecepatan vaksinasi covid-19 itu sebanyak 1 juta per hari, jadi masih ada sekira 25 hari dan itu sebenarnya cukup. Sebab akan datang cukup banyak vaksin covid-19 ke depannya," tuntas Menkes.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini