Kasus Covid-19 Menurun Drastis, Menkes: Tetap Waspada Virus Ini Sulit Ditebak Perilakunya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 481 2460863 kasus-covid-19-menurun-drastis-menkes-tetap-waspada-virus-ini-sulit-ditebak-perilakunya-2tqKtwUkHu.png Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: YouTube DPR RI)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini kasus covid-19 di Indonesia telah menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Berdasarkan data yang diperoleh, puncak kasus covid-19 sempat menyentuh angka 570 ribu, kini telah turun ke angka 290 ribu kasus per hari.

Meski demikian, Menkes Budi mengimbau masyarakat tetap waspada, sebab angka penularan tersebut masih lebih tinggi dibanding sebelum Lebaran 2021.

Baca juga: Update Vaksinasi, Menkes Sebut 91 Juta Dosis Sudah Disuntikkan 

Meski sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan, Menkes berharap kasus aktif yang terjadi di Indonesia masih dapat turun terus mencapai di bawah 100 ribu seperti sebelum Lebaran.

Terkait lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air beberapa waktu lalu, Meneks juga membandingkan data yang dimiliki dengan beberapa negara lain di dunia.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Baca juga: Menkes Imbau Tidak Pilih-Pilih Vaksin Covid-19, Semua Manfaatnya Sama 

"Kita melihat memang virus ini sulit ditebak perilakunya. Ada dua negara yang vaksinasi dosis keduanya selesai cukup tinggi yakni Amerika Serikat (AS) yang 51 persen telah selesai vaksinasi dosis kedua, tapi tetap terjadi kenaikan yang cukup tinggi, bahkan hampir menyentuh 200 ribu kasus konfirmasi positif per hari," terang Menkes Budi dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR yang disiarkan kanal YouTube DPR, Rabu (25/08/2021).

Ia melanjutkan, pada gelombang sebelumnya AS sempat mencapai kenaikan kasus di angka 250 ribu per hari. Kondisi ini juga terlihat dari pasien yang masuk rumah sakit di AS yang masih tinggi dan terus naik. Bahkan, kondisi tersebut sudah mencapai 70 persen dari gelombang sebelumnya.

Angka kematiannya juga relatif lebih rendah, meski trennya masih naik. Hal ini karena memang dari hasil konfirmasi keperawatan dan kematian biasanya ada jeda waktu.

Baca juga: Atasi Pandemi pada 2022, Kemenkes Fokus di Hulu Terapkan Prokes Dibantu Teknologi 

"Hal yang sama juga kita amati di Israel. Ini adalah salah satu negara yang sudah sangat tinggi vaksinasinya. Vaksin kedua cakupannya sudah 62 persen, tapi tetap dengan masuknya varian delta, baik AS maupun Israel tetap ada kenaikan yang cukup tinggi," papar Menkes Budi.

"Bahkan di Israel sudah mendekati puncak sebelumnya yakni 80 persen. Jumlah ini sudah diikuti dengan orang yang masuk ke rumah sakit, dan juga yang meninggal dunia," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini