Studi: Efektivitas Vaksin Pfizer dan Moderna Turun ke 66% setelah Serangan Varian Delta

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 481 2461038 studi-efektivitas-vaksin-pfizer-dan-moderna-turun-ke-66-setelah-serangan-varian-delta-ir77QyQtX3.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Jcomp/Freepik)

STUDI terhadap petugas kesehatan Amerika Serikat mengungkapkan bahwa efektivitas vaksin platform mRNA seperti Vaksin Pfizer dan Moderna turun dari 91 ke 66 persen setelah serangan varian delta menyerbu banyak negara di dunia.

Laporan ini membuat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melakukan pemeriksaan dunia nyata kedua vaksin yang sudah dipakai di banyak negara, termasuk di Indonesia. Salah satunya memantau gejala yang timbul pasca-vaksinasi dengan harapan mendapat data perkiraan kemanjuran terhadap infeksi simptomatik dan asimptomatik.

Baca juga: Menkes: Indonesia Peringkat 6 Dunia Jumlah Orang yang Sudah Divaksin 

Dengan melihat tingkat infeksi di antara orang yang divaksin dan tidak, jumlah waktu mereka pun dilacak, efektivitas vaksin diperkirakan mencapai 91 persen pada 14 Desember 2020 hingga 10 April 2021.

Namun selama berminggu-minggu menjelang 14 Agustus ketika varian delta menyerang AS dan langsung mendominasi kasus, efektivitas vaksin turun ke 66 persen.

Info grafis covid-19 varian delta plus. (Foto: Okezone)

"Peneliti memperingati bahwa kemampuan vaksin untuk memberi perlindungan berkurang dari waktu ke waktu, dan perkiraan 66 persen ini didasarkan pada periode studi yang relatif singkat dengan sedikit infeksi," tulis laporan afp, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Cerita Warga Depok Bersyukur Dapat Vaksinasi Dosis Kedua Bersama MNC Peduli 

Meskipun temuan sementara ini menunjukkan pengurangan cukup berarti dalam efektivitas vaksin covid-19 mencegah infeksi, vaksin masih dianggap sangat baik untuk diterima karena angka penambahan kasus baru makin minim.

"Sejumlah penelitian kini telah menyimpulkan bahwa kemanjuran vaksin memang telah menurun terhadap varian delta, meski angka penuruannya berbeda antarstudi," lanjut laporan tersebut.

Salah satu manfaat besar yang dihasilkan vaksin covid-19 adalah kasus penyakit parah terus menurun dan CDC mencatat 90 persen masyarakat yang sudah divaksin mengaku terlindungi dari paparan virus corona.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun Drastis, Menkes: Tetap Waspada Virus Ini Sulit Ditebak Perilakunya 

Studi CDC lain yang dilakukan di Los Angeles, dirilis pada Selasa lalu yang dilakukan sejak 1 Mei hingga 25 Juli, menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksin 29,2 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit dengan penyakit covid-19, daripada yang divaksinasi.

Varian delta mendominasi kasus covid-19 di banyak negara di dunia. Menurut makalah terbaru yang diterbitkan di jurnal Virological, jumlah virus yang ditemukan pada tes pertama pasien dengan varian Delta sebanyak 1.000 kali lebih tinggi daripada pasien dengan varian awal covid-19.

Vaksin Pfizer. (Foto: Reuters)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini