Psikolog Ungkap Bahaya yang Muncul jika Terlalu Lama Bermain Media Sosial

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 612 2461073 psikolog-ungkap-bahaya-yang-muncul-jika-terlalu-lama-bermain-media-sosial-rYfq28J4Ro.jpg Ilustrasi media sosial. (Foto: Freepik)

INTENSITAS penggunaan smartphone dan internet, terutama untuk keperluan bermain media sosial yang tinggi di zaman sekarang, tidak luput dari risiko yang tinggi pula terhadap cyber bullying atau perundungan di dunia maya. Demikian diungkapkan psikolog dari Universitas Indonesia (UI) A Kasandra Putranto.

"Meski berguna untuk melakukan kegiatan sehari-hari, penggunaan smartphone juga berisiko tinggi terhadap perundungan online. Ini karena masih banyak yang belum teredukasi dengan baik dalam hal penggunaannya," kata Kasandra, seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Dokter Bagikan Cara Aman Beli Makanan Kemasan Plastik Selama Pandemi 

Media sosial. (Foto: Freepik)

Ia kemudian mengungkapkan tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk menghindari perundungan di dunia maya. Salah satunya menerapkan pola berpikir sebelum bertindak.

"Berpikir terlebih dahulu sebelum membuat tindakan secara online, seperti halnya saat akan membuat unggahan," ujar Kasandra.

Baca juga: Menkes: Indonesia Peringkat 6 Dunia Jumlah Orang yang Sudah Divaksin 

Dia menambahkan bahwa berdasarkan teori pilihan, sumber dari masalah atas perilaku individu adalah pilihan individu itu sendiri. Perilaku tersebut mencakup unsur perbuatan, pemikiran, perasaan, dan fisiologi yang disebut total behavior yang berada di bawah kendali individu.

"Sehingga pola berpikir terlebih dahulu sebelum membuat tindakan di dunia maya akan menjadi tindakan preventif terhadap perundungan online, mengacu pada total behavior yang dapat membuat individu bertindak di bawah kendali diri," tuturnya.

Kemudian Kasandra juga mengatakan bahwa tindakan lain yang harus dilakukan adalah melaporkan perundungan online kepada pihak berwajib. Setelah membuat laporan, ambil langkah-langkah yang tepat untuk memblokir orang atau akun yang melalukan perundungan online tersebut.

Menurut Kasandra, tindakan tersebut juga membuat individu dapat belajar menjadi pengamat yang baik dan berpotensi untuk memutuskan rantai perundungan di dunia maya.

Baca juga: Cerita Warga Depok Bersyukur Dapat Vaksinasi Dosis Kedua Bersama MNC Peduli 

"Jika individu telah mengetahui dan mengamati perundungan online yang terjadi atas dirinya atau orang lain, dia akan berpotensi lebih baik dalam menahan diri untuk tidak berpartisipasi dalam perundungan online," jelas Kasandra.

"Dia juga akan mencari cara untuk mendukung orang yang menjadi sasaran kejahatan itu," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini