Ini Bedanya Batuk Gejala Covid-19 dengan Kanker Paru

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 481 2461445 ini-bedanya-batuk-gejala-covid-19-dengan-kanker-paru-rhHpE3I6aC.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

BATUK menjadi gejala Covid-19 yang cukup mudah dikenali. Tentu, pemeriksaan PCR Test perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Selain batuk, gejala Covid-19 lainnya yang sangat khas adalah gangguan pernapasan maupun kelelahan.

Tahukah Anda bahwa gejala-gejala tersebut pun dapat ditemui pada pasien kanker paru. Kesamaan gejala ini tentu harus disikapi serius oleh masyarakat agar kewaspadaan semakin meningkat dan deteksi dini bisa menjadi upaya memperbaiki kondisi lebih baik.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi dr Evlina Suzanna Sinuraya, Sp.PA, coba memaparkan lebih detail perbedaan dari gejala kanker paru dengan Covid-19. Berikut ulasannya:

Batuk

Gejala kanker paru

- Batuk berkepanjangan

- Gangguan pernapasan

- Kelelahan

- Nyeri dada

- Darah pada dahak

- Penurunan berat badan dan nafsu makan

- Pusing atau nyeri pada pasien kanker paru dengan penyebaran ke tulang atau otak

Baca Juga : 5 Fakta Mengejutkan Seputar Kanker Paru

Gejala Covid-19

- Batuk

- Gangguan pernapasan

- Kelelahan

- Demam

- Nyeri otot

- Kehilangan indera perasa dan penciuman

- Pusing, radang, pilek

- Mual, muntah, dan diare

"Jadi, yang cukup membedakan antara kanker paru dengan Covid-19 ada pada kondisi batuknya. Kalau kanker paru biasanya berkepanjangan, beda dengan Covid-19. Lalu, kekhasan pada kanker paru juga ada di nyeri dada dan batuk berdarah," ungkap dr Elvina dalam webinar Hari Kanker Paru Sedunia 2021, Kamis (26/8/2021).

Di momen itu pun dr Elvina mengimbau agar masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Artinya, deteksi dini perlu dilakukan terlebih jika Anda perokok aktif ataupun punya riwayat keluarga dengan kanker paru.

"Semakin cepat diketahui adanya kanker paru, semakin baik penyembuhannya. Berbeda dengan ketika Anda datang sudah dalam kondisi lanjut, penanganan pasti memerlukan tata laksana yang lebih komprehensif," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini