Share

Tingkatkan SDM saat Pandemi, Anak-Anak Didorong Rajin Membaca

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 612 2461553 tingkatkan-sdm-saat-pandemi-anak-anak-didorong-rajin-membaca-56ha17OEhl.jpg Anak-anak didorong membaca (Foto: Self sufficient kids)

SEIRING pandemi Covid-19, tingkat keterampilan membaca anak-anak diprediksi akan terus memburuk dari kondisi sebelumnya. Makanya anak-anak harus diberi motivasi untuk lebih sering membaca.

Ahli Monitoring, Evaluation, Research, and Learning (MERL) Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Priscillia Clara Suatan mengatakan, sejatinya butuh kolaborasi untuk meningkatkan keterampilan membaca anak-anak. Termasuk sinergi antara guru sekolah, taman bacaan, juga orangtua.

 anak-anak

"Hasil pengukuran menunjukkan kombinasi pelatihan guru, budaya baca, dan pelayanan anak lamban membaca terbukti mampu mempercepat peningkatan kemampuan membaca siswa," ujarnya, Kamis, (26/8/2021).

Priscillia mengatakan, pada tahun 2017 pihaknya menemukan hanya 40 persen anak-anak lamban membaca yang berhasil lulus test literasi dasar. Test ini meliputi test pengenalan huruf, suku kata, dan kata. Namun angka itu meningkat di tahun 2019. Jumlah anak yang lulus test literasi dasar bertambah menjadi 79 persen.

“Jika tidak ada upaya serius untuk membantu anak-anak ini terampil membaca dari sekarang, maka kita harus membayar ongkos sosial yang besar di masa depan,” ujar Vamelia Ibrahim, Ketua Tim PKK Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Vamelia mengatakan, pihaknya perlu mendorong anak-anak untuk membaca. Terutama orangtua harus menjadi pendorong anak-anaknya untuk mau terus membaca.

Salah satu upaya yang dilakukan agar anak-anak gemar membaca, terang Vameila, dengan menggerakan Taman Baca Masyarakat (TBM). Ia telah minta masukan dari ahli pendidikan, pakar literasi dan pegiat untuk mewujudkan rencana ini.

Para pegiat, lanjutnya, juga dibantu kader PKK dipersiapkan sebagai motor gerakan ini. Kader-kader ini mendapat pelatihan dan pendampingan.

Pelatihan difokuskan agar kader PKK mampu membacakan buku cerita anaka-anak dengan teknik yang menyenangkan. Mampu memilih buku anak yang sesuai dengan kemampuan membaca dan usia anak, menyusun program TBM, dan bersinergi dengan sekolah untuk membantu anak-anak belajar membaca.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini