Telemedisin Bisa Jadi Alternatif Konsultasi Pasien Kanker Paru

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 481 2461897 telemedisin-bisa-jadi-alternatif-konsultasi-pasien-kanker-paru-ROAFfsy3lg.jpg Ilustrasi telemedisin. (Foto: Pixabay)

TELEMEDISIN melalui video real-time bisa menjadi alternatif konsultasi bidang onkologi, termasuk penyakit kanker paru, di masa pandemi covid-19 saat ini. Demikian diungkapkan Dr dr Ikhwan Rinaldi SpPD-KHOM MEpid, dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi medik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pada pasien kanker paru rawat jalan, beberapa pihak di fasilitas penyedia layanan kesehatan menerapkan pembuatan janji secara daring terlebih dulu sebelum memberikan kesempatan pasien melakukan konsultasi.

Baca juga: Long Covid Bisa Sebabkan Kanker Paru, Yuk Kenali Perbedaan Gejala Keduanya 

Meski begitu, dalam pemanfaatan telemedisin, dokter perlu mempertimbangkan prioritas berdasarkan skala kasus risiko tinggi hingga rendah.

Ilustrasi paru-paru. (Foto: Rawpixel/Freepik)

"Sebenarnya untuk telekonsultasi harus memikirkan prioritas. Ada prioritas yang dibuat dalam menangani pasien kanker pada masa pandemi covid-19, ada yang high risk, ada yang medium dan low risk," ujar dr Ikhwan dalam virtual media briefing mengenai kanker paru dan penangannya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Dokter: Ada Kemungkinan Covid-19 Sebabkan Kanker Paru 

Menurut dia, dalam beberapa kasus, pasien kanker seharusnya mendapat pengobatan secara langsung bukannya melalui telemedisin. Pengobatan pun tetap dijalankan sesuai dengan pedoman-pedoman yang diberikan karena bila berhenti maka bisa membahayakan pasien.

"Jadi pada yang high risk dan low risk, mungkin untuk berkonsultasi bisa, tetapi akhirnya pada saat melakukan pengobatan, pemberian semacam kemoterapi itu harus datang ke rumah sakit," kata dr Ikhwan.

Bila pasien diduga memiliki risiko tinggi untuk menghadapi kematian pada infeksi SARS-CoV-2, maka pasien kanker yang perlu dirawat inap harus diperiksa ada tidaknya virus itu di dalam tubuhnya.

Baca juga: Ini Bedanya Batuk Gejala Covid-19 dengan Kanker Paru 

"Pada pasien yang mau masuk rumah sakit, harus diperiksa PCR untuk mendeteksi ada tidaknya virus SARS-CoV-2. Yang dianjurkan PCR bukan pemeriksaan antibodi. Dokter juga menggunakan pelindung supaya tidak terpapar dan memaparkan pada pasien," tutur dia.

Dokter Ikhwan menuturkan, pengobatan kanker paru semestinya tidak terhambat pada masa pandemi covid-19 ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini