Dokter: Tidak Benar Hanya Vaksin Moderna yang Bisa untuk Pasien Autoimun

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 481 2461910 dokter-tidak-benar-hanya-vaksin-moderna-yang-bisa-untuk-pasien-autoimun-DSxS2zkwFw.jpg Ilustrasi Vaksin Moderna. (Foto: Jcomp/Freepik)

DITEGASKAN bahwa tidak benar hanya Vaksin Moderna yang aman untuk pasien autoimun. Demikian diungkapkan Profesor Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM FACP, dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi dan onkologi medik di RSCM.

"Tidak benar hanya Moderna yang bisa untuk autoimun," kata dr Aru dalam virtual media briefing mengenai kanker paru, seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Vaksin Moderna Aman untuk Pengidap Autoimun, Perhatikan Hal Ini Sebelum Disuntik! 

Dokter Aru yang menjabat sebagai ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) itu menyatakan semua vaksin covid-19 bisa diberikan kepada mereka yang mengalami autoimun. Ini tergantung pada sejumlah hal, seperti status penyakitnya apakah terkontrol atau tidak, pengobatannya dan kajian dari dokter masing-masing.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi saat sistem kekebalan menyerang organ-organ tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh biasanya dapat membedakan antara sel asing dan sel Anda sendiri. Tetapi pada orang dengan autoimun, sistem kekebalan salah mengira bagian tubuh lalu melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel sehat.

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 80 jenis penyakit yang digolongkan dengan penyakit autoimun. Di antaranya adalah lupus, multiple sclerosis, penyakit graves, dan tiroiditis hashimoto.

Baca juga: Waspada, Makanan Ultraproses Tingkatkan Risiko Autoimun Pencernaan 

Lebih lanjut dijelaskan, sama halnya seperti pasien autoimun, dr Aru juga menyarankan pasien kanker mendapatkan vaksin covid-19. Menurut dia, pengecualian diberikan kepada pasien yang sedang mengalami penurunan kekebalan akibat kemoterapinya.

"Dokter onkologi yang bisa menyatakan dia bisa atau tidak (divaksin). Lebih baik siap untuk meng-handle efek samping dari vaksin, kadang-kadang hanya dengan istirahat atau diberi obat daripada kalau kena covid-19," tuturnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini