Ahli Ingatkan Orang Tak Divaksin Berpotensi Jadi Penyebar Super Virus Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 481 2461986 ahli-ingatkan-orang-tak-divaksin-berpotensi-jadi-penyebar-super-virus-corona-rIk7sXmveu.jpg Ilustrasi virus corona. (Foto: Okezone)

SEJUMLAH ahli telah memperingatkan bahwa varian super virus corona yang lebih buruk dari covid-19 dapat muncul dan menginfeksi umat manusia pada tahun depan. Diprediksi masyarakat yang enggan divaksin covid-19 berpotensi menjadi penyebar super dari virus tersebut.

Sebagaimana diketahui, penular super atau dikenal dengan istilah super spreader adalah julukan bagi orang yang terinfeksi covid-19 dan menyebarkan ke orang lain dengan jumlah di atas rata-rata. Kondisi inilah yang membuat kasus positif covid-19 melonjak tinggi.

Baca juga: Alami Rambut Rontok? Dokter Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya 

Merangkum dari News ABP Live, Jumat (27/8/2021), super spreader kebanyakan akan memulai rantai penularan baru dan menciptakan transmisi komunitas (klaster) untuk memulai fase berikutnya. Alhasil, super spreader ini sangat berbahaya serta merugikan masyarakat.

Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutterstock)

Secara rata-rata, covid 19 dapat menyebar ke antara 2 hingga 2,5 orang. Ahli imunologi di Zurich, Profesor Sai Reddy, memberikan peringatan keras mengenai varian super dari virus corona ini. Menurut dia, campuran strain yang sudah ada saat ini dapat mengakibatkan epidemi baru dan lebih berbahaya.

Baca juga: Waspada Asam Urat Menyerang pada Malam Hari, Kenali Gejalanya 

"Covid-19 bisa lebih buruk dari apa yang kita lihat sekarang. Akibatnya, lebih dari satu kali vaksinasi akan diperlukan dalam beberapa tahun ke depan karena dunia akan terus melawan ancaman yang berkembang. Bahkan mungkin sampai akhir hidup manusia," terang Prof Reddy.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa viral load (paparan virus) dari varian delta begitu tinggi. Sehingga tanpa vaksinasi covid-19, setiap orang yang terinfeksi varian tersebut bisa menjadi super spreader.

Ia juga menjelaskan karena varian delta bukan lagi covid-19 seperti dahulu, ditakutkan siapa pun yang menolak mendapat vaksin akan terinfeksi. Prof Reddy mengatakan bahwa semua anak harus divaksinasi karena ada cukup bukti bahwa vaksin tidak menimbulkan risiko bagi anak di bawah usia 12 tahun.

"Kemungkinan besar akan muncul varian baru di mana kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan vaksinasi. Jadi kita harus bersiap untuk lebih dari satu vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan yang terus beradaptasi dengan varian baru. Varian beta dan gamma sebagian dapat menghindari antibodi, sedangkan varian delta sangat menular," tuntasnya.

Baca juga: Dokter: Tidak Benar Hanya Vaksin Moderna yang Bisa untuk Pasien Autoimun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini