Dibanding Malaysia dan Singapura, Farmasi Indonesia Masih Tertinggal

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 481 2462122 dibanding-malaysia-dan-singapura-farmasi-indonesia-masih-tertinggal-lY5B59VDS8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA disebut tertinggal dalam hal pengembangan bidang farmasi di dunia militer. Berbeda halnya di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Dikatakan Ketua Perhimpunan Farmasi  Militer Kolonel Kes Dr Apt Drs Yuli Subiakto, MSi, S, bidangmedis di dunia militer perlu diperhatikan sama seperti umumnya. Karena prajurit TNI bekerja dalam lingkungan yang sangat berbeda dibanding masyarakat pada umumnya.

farmasi

"Perubahan lingkungan kerja tersebut berdampak terhadap fisiologis tubuh, nasib obat dalam tubuh, nasib makanan dan minuman, sehingga prajurit TNI perlu dilatih indoktrinasi dan Latihan fisiologi (aerofisiologi, hiperbarik fisiologi)," ujarnya lewat keterangan tertulis.

Ditambahkan Yuli, penguatan bidang farmasi juga bisa mendukung majunya dunia medis di bidang kemiliteran. Banyak  upaya yang perlu dikembangkan saat ini.

"Seperti mengembangkan formula sediaan farmassi, bahan baku aktif, bahan tambahan, bahan pengemas (antibiotika), nonantibiotika, simtomatik, suplemen, PKRT, Alkes habis pakai dengan memanfaatkan sumber daya alam (tumbuhan, hewan, mineral)," imbuh dia.

 farmasi

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Apoteker Indonesia, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, kedua negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura sudah memiliki kekuatan di bidang farmasi militer. Bahkan setiap kali pertemuan FIP (The International Pharmaceuticl Federation), organisasi farmasi sedunia, selalu ada seksi farmasi militer.

"Mereka menghadirkan perwakilannya dengan menggunakan seragam militer lengkap. Tapi kini Indonesia juga sudah memiliki perhimpunan yang sama,’’ ungkap Nurul Falah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini