Uji In Vitro Sebut Habbatussauda dan Madu Mampu Hambat Replikasi Virus

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 481 2462318 uji-in-vitro-sebut-habbatussauda-dan-madu-mampu-hambat-replikasi-virus-D79HLLMXNw.jpg Madu dan Jintan Hitam (Foto : Healthline)

OBAT herbal semakin dilirik masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Masyarakat meyakini herbal dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh karena kandungan bahan alami yang ada di dalamnya. Salah satu herbal yang dinilai efektif untuk membuat tubuh tetap bugar dan fit adalah madu dan habbatussauda (jintan hitam).

Herbal yang sudah digunakan sejak ratusan tahun ini dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, kombinasi madu dan habbatussauda atau jintan hitam juga terbukti efektif mempercepat proses pemulihan pada pasien Covid-19. Efektivitas madu dan habbatussauda ini dibuktikan dengan studi in vitro yang dilakukan di Mesir.

Tim Edukasi Media Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Afifah K. Vardhani, M.Si, hingga saat ini belum ada protokol pengobatan yang efektif dalam mengelola infeksi Covid-19. Namun, beberapa herbal seperti habbatussauda terbukti memiliki potensi terapeutik terhadap infeksi virus, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada pasien Covid-19.

Madu dan Jintan Hitam

“Habbatussauda mengandung senyawa aktif utama yaitu thymoquinone yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, anti mikroba, dan imunomodulator. Berdasarkan studi in vitro di Mesir, thymoquinone pada habbatussauda menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus SARS-CoV-2, serta mampu menghambat replikasi virus,” kata dr. Afifah, dalam siaran pers yang diterima MNC Portal, Jumat (27/8/2021).

Lebih lanjut, dr. Afifah juga menjelaskan bahwa herbal yang terkenal dengan julukan ‘Penyembuh Segala Macam Penyakit’ ini juga teruji secara klinis dapat meningkatkan respon imun, mengurangi respon peradangan, serta membantu mengurangi efek samping dari konsumsi obat-obatan medis. Hal yang sama juga berlaku pada madu.

“Studi in vitro menunjukkan komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus. Uji praklinik ini juga menyebutkan bahwa chrysin dan kaemferol membantu menghambat peradangan pada paru-paru,” tuntasnya

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini