Studi: Kombinasi Jintan Hitam dan Madu Percepat Pemulihan Pasien Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 481 2462344 studi-kombinasi-jintan-hitam-dan-madu-percepat-pemulihan-pasien-covid-19-FHi8QW4W4X.jpg Madu dan Jintan Hitam (Foto : Timesofindia)

TIM Edukasi Media Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Afifah K. Vardhani, M.Si, mengatakan penelitian di Pakistan mengungkapkan bahwa kombinasi habbatussauda atau jintan hitam dan madu efektif dalam mempercepat pemulihan pasien Covid-19. Studi dilakukan pada tanggal 30 April – 29 Juli 2020, terhadap 313 pasien yang menderita Covid-19.

Dari 313 pasien yang diuji, 210 pasien diantaranya menderita gejala sedang. Sementara 103 pasien lainnya menderita gejala berat. Studi tersebut dilakukan secara multisenter, terkontrol plasebo, dan secara acak. Dari seluruh sampel, sebanyak 157 pasien diberikan terapi tambahan (di luar obat konvensional yang diberikan) berupa habbatussauda (80 gr/ kbBB/ hari) yang dikombinasikan dengan madu (1 gr/kgBB/ hari).

Madu dan Jintan Hitam

Sementara 156 pasien lainnya hanya diberikan obat konvensional dan plasebo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan terapi tambahan habbatussauda dan madu mengalami peringanan gejala lebih cepat dibandingkan pasien plasebo dengan rincian:

1.Gejala sedang: habbatussauda dan madu 4 hari, sedangkan plasebo membutuhkan waktu 6 hari.

2.Gejala berat: habbatussauda dan madu 6 hari, sedangkan plasebo membutuhkan waktu 13 hari.

Pembersihan virus lebih cepat

1.Gejala sedang: habbatussauda dan madu 6 hari, sedangkan plasebo membutuhkan waktu 10 hari.

2.Gejala berat: habbatussauda dan madu 8,5 hari, sedangkan plasebo membutuhkan waktu 12 hari.

Baca Juga : Uji In Vitro Sebut Habbatussauda dan Madu Mampu Hambat Replikasi Virus

Selain itu kombinasi habbatussauda dan madu juga efektif mengurangi angka kematian pada pasien gejala berat sebanyak empat kali lebih rendah.

“Habbatussauda mengandung senyawa aktif utama yaitu thymoquinone yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, anti mikroba, dan imunomodulator. Berdasarkan studi in vitro di Mesir, thymoquinone pada habbatussauda menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus SARS-CoV-2, serta mampu menghambat replikasi virus,” kata dr. Afifah, dalam siaran pers yang diterima MNC Portal, Jumat (27/8/2021).

Mengutip dari jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology yang dilakukan oleh University of Technology Sydney (UTS) Australia, disebutkan bahwa kandungan thymoquinone dalam habbatussauda memiliki potensi menghentikan virus Corona.

Semakin banyak studi pemodelan yang membuktikan bahwa thymoquinone, bahan aktif Nigella Sativa, lebih dikenal sebagai Fennel Flower, dapat menempel pada protein spike virus Covid-19 dan menghambat virus untuk menginfeksi paru-paru. Kandungan ini juga dapat memblokir badai 'sitokin' (Sitokin Storm) yang mempengaruhi keparahan pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19.

“Kementerian Kesehatan RI melalui surat edaran No. HK.02.02/IV/2243/2020 juga menganjurkan konsumsi tanaman obat habbatussauda untuk memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional Covid-19,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini