Studi: Pasien Covid-19 Berpotensi Alami Sesak Napas hingga 1 Tahun Setelah Sembuh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 481 2462489 studi-pasien-covid-19-berpotensi-alami-sesak-napas-hingga-1-tahun-setelah-sembuh-owm3mN5t63.jpg Ilustrasi gejala sesak napas penyintas covid-19. (Foto: Stockking/Freepik)

ORANG-orang yang dirawat di rumah sakit akibat covid-19 setidaknya mengalami satu gejala yang terus berlanjut hingga 1 tahun. Kondisi ini diungkapkan dalam studi yang diterbitkan oleh jurnal The Lancet.

Studi terhadap 1.276 pasien dari Wuhan, China, itu menunjukkan sekira 1 dari 3 orang masih mengalami sesak napas selama 12 bulan. Sementara gangguan paru-paru tetap ada pada sejumlah pasien, terutama mereka yang pernah mengalami penyakit paling parah dengan covid-19.

Baca juga: Ini Kesalahan Berjemur Sinar Matahari yang Sering Terjadi Selama Pandemi 

Merangkum dari laman Times of India, Sabtu (28/8/2021), fakta lain juga mengungkapkan bahwa para penyintas covid-19 ditemukan kurang sehat dibandingkan masyarakat yang belum terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

"Studi kami adalah yang terbesar hingga saat ini untuk menilai hasil kesehatan dari pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit setelah 12 bulan terinfeksi. Sebagian besar telah sembuh dengan baik, tapi masalah kesehatan tetap ada pada beberapa pasien, terutama mereka yang sakit kritis selama di rumah sakit," kata Profesor Bin Cao yang bekerja di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang.

Baca juga: Nagita Slavina ke Hagia Sophia Pakai Outfit Rp491 Jutaan, Netizen: OOTD Pelunas Utang 

Temuan studi menunjukkan pemulihan untuk beberapa pasien akan membutuhkan waktu lebih lama dari 1 tahun. Kondisi ini harus diperhitungkan ketika mereka merencanakan pemberian layanan kesehatan pasca-pandemi. Studi sebelumnya dilakukan oleh tim yang sama terhadap 1.733 penyintas covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Studi ini menemukan bahwa sekira tiga perempat pasien memiliki masalah kesehatan yang persisten setelah 4 bulan terinfeksi. Studi baru menganalisis data dari pasien yang telah keluar dari rumah sakit antara 7 Januari dan 29 Mei 2020.

Para pasien menjalani pemeriksaan kesehatan terperinci pada 6 dan 12 bulan untuk menilai gejala yang sedang berlangsung dan kualitas hidup terkait kesehatan mereka. Mereka diwajibkan melakukan beberapa tes termasuk kuesioner tatap muka, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan tes berjalan enam menit untuk mengukur tingkat daya tahan pasien.

Usia rata-rata pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 57 tahun. Pasien tersebut diawasi selama rata-rata 185 dan 349 hari setelah terinfeksi covid-19. Banyak gejala sembuh dari waktu ke waktu, terlepas dari tingkat keparahan penyakit awal covid-19.

Baca juga: Mengenal Jesselyn Finalis MasterChef Indonesia, Ternyata 'Seperguruan' dengan Renatta Moeloek! 

"Meski begitu, proporsi pasien yang masih mengalami setidaknya satu gejala setelah 1 tahun terinfeksi mengalami penurunan. Persentase tersebut turun dari 68 persen pada 6 bulan menjadi 49 persen pada 12 bulan," kata seorang peneliti.

Penurunan tersebut diamati terlepas dari tingkat keparahan covid-19 yang dialami pasien saat dirawat di rumah sakit. Studi menunjukkan bahwa kelelahan atau kelemahan otot adalah gejala yang paling sering dilaporkan. Sekira setengah dari pasien mengalami kondisi ini dalam 6 bulan. Namun, perbandingan tersebut turun menjadi 1 dari 5 pasien dalam 1 tahun.

Baca juga: Grand Final MasterChef Indonesia, Mengenal Sosok Nadya Puteri Si Ratu Dessert 

Hampir sepertiga pasien melaporkan mengalami sesak napas pada 12 bulan. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari dari 6 bulan. Kondisi ini lebih umum pada pasien yang kondisinya parah dan menggunakan ventilator selama di rumah sakit. Pada pemeriksaan 6 bulan, sebanyak 349 peserta studi menjalani tes fungsi paru-paru.

Sementara 244 dari pasien tersebut menyelesaikan tes yang sama pada 12 bulan. Proporsi pasien yang mengalami gangguan difusi tidak membaik dari 6 bulan menjadi 12 bulan terlihat di semua kelompok terlepas tingkat keparahan mereka saat dirawat di rumah sakit.

Sementara pada pemeriksaan 6 bulan, 353 peserta studi menjalani CT scan dada. Para peneliti menemukan bahwa sekira setengah dari peserta menunjukkan kelainan paru-paru pada proses pemindaian mereka. Dari 118 pasien yang menyelesaikan pemindaian pada 12 bulan, proporsi pasien dengan kelainan menurun secara substansial.

Baca juga: Grand Final MasterChef Indonesia 8, Ketiga Juri dan Sandiaga Uno Kenakan Pakaian Khas Nusantara 

Namun hal ini tidak berlaku pada semua kelompok. Kelompok dengan sakit berat (kritis) masih mengalami kelainan paru-paru. Dibandingkan dengan pria, wanita 1,4 kali lebih mungkin untuk melaporkan kelelahan atau kelemahan otot. Mereka juga dua kali lipat berisiko untuk mengalami kecemasan atau depresi.

Mirisnya mereka juga hampir tiga kali lipat lebih mungkin untuk memiliki gangguan difusi paru-paru setelah 12 bulan. Orang yang telah diobati dengan kortikosteroid selama fase akut covid-19, 1,5 kali lebih mungkin mengalami kelelahan atau kelemahan otot setelah 12 bulan, dibandingkan dengan yang tidak dirawat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini