Indonesia Disebut Bakal Alami Hiperendemi, Apa Bedanya dengan Epidemi?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 481 2462556 indonesia-disebut-bakal-alami-hiperendemi-apa-bedanya-dengan-epidemi-IK6xWsrE8X.jpg Ilustrasi hiperendemi covid-19. (Foto: Pixabay)

BEBERAPA waktu lalu Indonesia dikabarkan berpotensi mengalami hiperendemi. Hal ini disebabkan kasus covid-19 yang mulai terkendali di Tanah Air. Meski demikian, saat ini masih banyak masyarakat yang bingung dengan istilah hiperendemi dan tidak bisa membedakannya dengan epidemi.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan situasi hiperendemi di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, menurut dia, ini adalah waktu yang tepat untuk mengedukasi dan meningkatkan literasi kepada publik terkait hal tersebut.

Baca juga: 5 Makanan Sehat Khas Vietnam Ini Bisa Tingkatkan Imunitas, Patut Dicoba 

Pasalnya pada situasi pandemi covid-19 seperti ini, kesehatan menjadi fokus bersama yang penting untuk diketahui dan dicegah potensi masalahnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan salah satu dasarnya adalah memahami definisi atau istilah hiperendemi. Ia pun coba memberikan penjelasan terkait epidemi dan hiperendemi.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

"Pertama epidemi adalah satu istilah yang digunakan secara umum untuk mendeskripsikan atau menggambarkan setiap masalah yang berkembang atau tumbuh di luar kendali atau tak terkendali. Kenapa disebut masalah? Karena epidemi ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, hal di luar kesehatan juga disebut dengan epidemi," kata Dicky kepada MNC Portal, Sabtu (28/8/2021).

Baca juga: Hotman Paris Telusuri Obat yang Bikin Deddy Corbuzier Sembuh dari Badai Sitokin 

Ia pun memberikan contoh sederhana dari epidemi. Misalnya epidemi diabetes, atau obesitas di negara maju, atau epidemi kurang gizi di negara berkembang. Kondisi tersebut masuk epidemi.

Selain itu, epidemi dalam kaitan kesehatan seringkali didefinisikan sebagai outbreak atau wabah penyakit yang terjadi di wilayah luas.

"Misalkan di kawasan Asean, atau subtropis yang memberikan dampak tak terkecuali pada semua populasi. Kejadian epidemi mengartikan bahwa secara aktif penyakit tersebut menyebar. Kalau pandemi dikaitkan dengan penyebarannya secara transnasional (tidak dibatasi oleh negara) jadi seluruh dunia bisa terinfeksi. Inilah yang harus dijadikan dasar pengetahuan," lanjutnya.

Sedangkan hiperendemi adalah suatu istilah yang dikeluarkan oleh epidemiolog untuk melihat bagaimana atau menggambarkan kejadian seperti penyakit.

Endemi merujuk pada keberadaan yang terus-menerus dari satu penyakit di suatu wilayah. Misalnya di Indonesia terdapat malaria, dan contoh-contoh lainnya.

Baca juga: Studi: Pasien Covid-19 Berpotensi Alami Sesak Napas hingga 1 Tahun Setelah Sembuh 

"Sementara hiperendemi itu merujuk pada persisten. Persisten itu artinya terus ada (kontinu), kasusnya banyak pada suatu penyakit dan bisa sangat mudah dideteksi di populasi. Ada yang juga mengistilahkan sebagai suatu penyakit yang bisa hampir sama di setiap populasi usia. Inilah pengertian hiperendemi," tambahnya.

Secara lebih sederhana, bahasa lain untuk hiperendemi sama dengan endemi atau penyakit yang ada di suatu lokasi atau wilayah secara terus-menerus setiap waktu. Namun pada hiperendemi, kejadiannya di semua grup usia mulai bayi sampai lanjut usia bisa terinfeksi atau ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini