Share

Baru Saja Vaksinasi Covid-19, Bisakah Donor Plasma Konvalensen?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 481 2462683 baru-saja-vaksinasi-covid-19-bisakah-donor-plasma-konvalensen-rYAJIdL2eg.jpg Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

TERAPI plasma konvalensen dinilai efektif membantu pemulihan pasien covid-19 dengan gejala berat atau kritis. Plasma konvalensen diperoleh dengan cara mengambil donor plasma dari orang yang pernah terinfeksi dan berhasil sembuh dari covid-19. Metode yang dilakukan hampir sama seperti donor darah biasa.

Meski demikian, saat ini masih banyak masyarakat yang salah mengerti mengenai plasma konvalensen. Sebab, banyak di antara masyarakat yang sesudah menjalani vaksinasi ingin menyumbangkan plasma darahnya untuk pasien covid-19.

Baca juga: Banyak Minum Air Kelapa, Adakah Efek Sampingnya? 

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) Profesor Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari SpA(k) MTroPaed, menjelaskan bahwa pengertian tersebut adalah keliru. Menurut dia, imunisasi ada yang alami dan buatan.

Ilustrasi terapi plasma konvalesen. (Foto: Freepik)

Imunisasi alami itu berasal dari infeksi covid-19. Sedangkan imunisasi buatan berasal dari vaksin yang telah direkayasa oleh para ahli untuk membentuk antibodi.

"Jadi intinya konvalensen itu diberikan orang yang pernah terinfeksi dan sudah sembuh dari covid-19 bukan dari orang yang habis divaksinasi," kata Prof Hindra dalam jumpa pers yang ditayangkan kanal YouTube Kominfo, Sabtu 28 Agustus 2021.

Baca juga: Dokter Reisa Bantah 6 Hoaks Seputar Covid-19, Salah Satunya Vaksin Berisi Chip 

Lebih lanjut ia menerangkan, jika orang yang barus divaksinasi menyumbangkan plasma darahnya, artinya bukan plasma konvalensen namanya, melainkan plasma pasca-vaksinasi. Hingga kini belum ada penelitian terkait efektivitas plasma darah dari orang yang baru saja divaksinasi covid-19.

"Jadi sekarang yang digunakan adalah plasma konvalensen dari orang-orang yang sudah sembuh dari covid-19 secara alamiah. Sampai saat ini belum, tapi penelitian masih terus dilakukan," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini