Share

Sulit Hamil, Ini Salah Satu Cara Mengatasinya

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 00:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 481 2462689 sulit-hamil-ini-salah-satu-cara-mengatasinya-j3C8rzluu2.jpg Sulit hamil (Foto: Momma Be)

BANYAK pasangan suami istri yang menikah lama namun istri sulit hamil untuk mendapatkan anak. Ini kadang membuat cemas dan gelisah.

Sejatinya pasangan dikatakan kurang subur (subfertil) apabila sudah menikah setahun dan melakukan hubungan suami istri secara rutin tanpa menggunakan kontrasepsi, namun sang istri belum hamil juga.

Jika hal itu terjadi maka tak ada salahnya pasangan konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan dasar fertilitas, meliputi analisa sperma pria, pemeriksaan usg transvagina, dan pemeriksaan HSG pada wanita. Jika belum cukup maka selanjutnya dilakukan teknik bedah invasif minimal, laparoskopi.

 sulit hamil

Dokter Ali Mahmud, SpOG-KFER, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Konsultan Fertilitas dan Endokrinplogi di Siloam Hospitals Surabaya menjelaskan, laparoskopi dilakukan untuk mendeteksi kelainan. "Sekaligus bisa melakukan terapi (tindakan operasi), kelainan yang sudah dikoreksi. Dilakukannya laparoskopi akan meningkatkan kesempatan kehamilan," ujarnya, Minggu, (29/8/2021).

Menurut Dokter Ali, jika wanita belum hamil setelah satu tahun menikah dengan melakukan hubungan suami istri secara teratur memang sebaiknya konsultasi dengan dokter ahli kandungan terlebih dahulu.

Jika dicurigai salah satu penyebabnya membutuhkan tindakan laparoskopi dan atau histeroskopi, seperti timbul rasa nyeri menjelang dan saat menstruasi, hidrosalfing (pembengkakan saluran telur yang berisi cairan), dicurigai ada pelengketan di organ reproduksi yang ada dalam rongga perut, kista yang timbul di indung telur, mioma uteri, polip endometrium, dan pendarahan pada rahim yang tidak normal.

Laparoskopi di bidang kandungan, terang Dokter Ali, banyak digunakan untuk mengidentifikasi dan mendiagnosis sumber masalah yang terjadi pada bagian panggul atau perut. Tindakan ini biasanya dilakukan ketika metode pemeriksaan non invasif tidak dapat memberikan hasil yang cukup untuk melakukan diagnosis, seperti dengan pemeriksaan USG, CT Scan, dan MRI, misal pada kasus endometriosis.

Disamping untuk diagnosis laparoskopi sekaligus bisa melakukan tindakan terapi, pada kasus mioma uteri misalnya, laparoskopi bisa mengangkat mioma tersebut sama seperti pada operasi konvensional, juga operasi-operasi yang lainnya.

"Laparoskopi dipandang mempunyai lebih banyak keuntungan jika dibandingkan dengan laparatomi, yang antar lain, keluhan nyeri lebih ringan, fungsi pencernaan cepat pulih yang membantu waktu makan lebih cepat, serta menurunkan resiko keloid, infeksi dan pendarahan. Termasuk tentunya bekas luka yang minimal," papar Dokter Ali.

Laparoskopi, yaitu melihat kedalam perut tanpa melakukan pembedahan besar, sering dilakukan untuk prosedur ginekologi dan gangguan fertilitas.

"Dokter akan mengevaluasi sistem reproduksi wanita termasuk, ovarium, rahim dan saluran tuba, serta beberapa keadaan seperti endometriosis, PCOS, perlengketan pada organ reproduksi bagian sehingga bisa dilakukan tindakan perbaikan jika ditemukan indikasi masalah yang mungkin menghambat fertilitas, " pungkas Dokter Ali.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini