Sekolah Tatap Muka Segera Dilaksanakan, IDI: Durasi Belajar Perlu Dibatasi

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 481 2462889 sekolah-tatap-muka-segera-dilaksanakan-idi-durasi-belajar-perlu-dibatasi-y4oclU0lwN.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PEMERINTAH memutuskan untuk menggelar sekolah tatap muka di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mulai 24 sampai 30 Agustus 2021.

Keputusan tersebut meliputi beberapa persyaratan, seperti tetap menjaga protokol kesehatan dan sekolah tatap muka hanya 50 persen dari jumlah siswa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Widodo) mengatakan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Semarang Raya, dan Surabaya Raya juga bisa melaksanakan sekolah tatap muka. Pasalnya, beberapa daerah-daerah tersebut telah turun level PPKM yang semula level 4 menjadi 3.

Sekolah Tatap Muka

"Untuk pulau Jawa dan Bali, wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya raya, dan beberapa wilayah Kota Kabupaten lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai tanggal 24 Agustus 2021," kata Jokowi dalam konferensi pers secara virtual kemarin, dikutip Selasa (24/8/2021).

Adapun aturan sekolah tatap muka ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga : Besok, 158 Sekolah di Jakarta Selatan Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dan juga dalam Inmendagri Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua.

Sekolah Tatap Muka

Sementara itu Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menanggapi keputusan sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Ia mengatakan, meskipun berbagai aturan ditetapkan untuk sekolah tatap muka akan tetapi ini harus menjadi opsi. Khususnya untuk murid dengan komorbid, yang rentan jika terinfeksi.

Selain itu ia berpendapat, ada baiknya durasi atau waktu jam pelajaran juga ikut dibatasi. Hal ini dikarenakan agar murid yang melakukan sekolah tatap muka aman.

"Durasi belajar pun baiknya dibatasi. Benahi juga ventilasi. Siapkan perangkat medis dan evaluasi berkala dari hari ke hari," ujarnya seperti dikutip dari akun Twitternya @ProfesorZubairi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini