5 Efek Samping Terlalu Banyak Vitamin D, Apa Saja?

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 298 2463459 5-efek-samping-terlalu-banyak-vitamin-d-apa-saja-7XlIuFmn4G.jpg Vitamin D (Foto: Sociedad espanola)

VITAMIN D penting untuk penyerapan kalsium, fungsi kekebalan tubuh, dan melindungi kesehatan tulang, otot, dan jantung. Vitamin D dapat diproduksi oleh tubuh Anda ketika kulit Anda terkena sinar matahari.

Sebenarnya, vitamin D sangat penting untuk kesehatan, terutama bagi bayi yang baru saja lahir. Kandungan vitamin D juga dapat mengoptimalkan beberapa peran darah dalam menjaga sel-sel tubuh tetap sehat.

Namun kelebihan vitamin D juga berbahaya. Berikut beberapa efek samping jika berlebihan vitamin D bagi bayi, melansir dari Healthline.

 Vitamin D

1. Peningkatan kadar kalsium darah

Vitamin D membantu tubuh bayi menyerap kalsium dari makanan yang dikonsumsi. Sebenarnya, ini adalah salah satu peranan yang paling penting.

Namun, jika asupan vitamin D berlebihan, kalsium darah dapat mencapai tingkat yang dapat menyebabkan gejala yang berpotensi berbahaya.

2. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

Banyak efek samping dari kelebihan vitamin D, yang kemudian berhubungan dengan kalsium dalam darah berlebih. Begitupun termasuk efek mual, muntah, dan nafsu makan yang buruk.

Namun, gejala ini tidak terjadi pada semua kalangan umur dengan kadar kalsium tinggi.

3. Sakit perut, sembelit, atau diare

Sakit perut, sembelit, dan diare adalah keluhan pencernaan umum yang sering dikaitkan dengan intoleransi makanan atau sindrom iritasi usus besar. Namun, mereka juga bisa menjadi tanda peningkatan kadar kalsium yang disebabkan oleh keracunan vitamin D.

4. Merusak kesehatan tulang

Karena vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, tentunya cukup berperan sangat penting untuk menjaga tulang yang kuat. Namun, ternyata terlalu banyak vitamin D dapat merusak kesehatan tulang.

5. Gagal ginjal

Asupan vitamin D yang berlebihan sering menyebabkan cedera ginjal. Apalagi jika terjadi pada bayi, pastinya akan sangat menyulitkan dalam pertumbuhannya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini