Dokter Tegaskan Tidak Semua Kasus Saraf Terjepit Perlu Dioperasi

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 481 2463057 dokter-tegaskan-tidak-semua-kasus-saraf-terjepit-perlu-dioperasi-5HwvTt8rYr.jpg Ilustrasi saraf terjepit. (Foto: Shutterstock)

TERNYATA tidak semua kasus saraf terjepit harus menjalani operasi atau pembedahan. Demikian diungkapkan dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) Asrafi Rizki Gatam SpOT (K-Spine) dan dr Omar Lutfi SpOT.

"Dilihat pasien per pasien, karena tidak semua perlu operasi," kata dr Asrafi dalam sebuah webinar kesehatan mengenai tulang belakang, Minggu 29 Agustus 2021, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Kenali Saraf Terjepit, Risiko Nyeri yang Rentan Dihadapi saat WFH 

Ada sejumlah prosedur yang biasanya akan dilalui pasien, antara lain mengatasi rasa nyeri melalui obat-obatan seperti penghilang rasa sakit (pain killer), anti-inflamasi, relaksan otot dan vitamin neurotropik untuk memberikan nutrisi pada saraf.

Ilustrasi saraf terjepit. (Foto: Diana Grytsku/Freepik)

Selain itu, ada juga program rehabilitasi yang diberikan dokter spesialis rehab medik untuk meredakan sakit sekaligus memperkuat otot-otot punggung.

Baca juga: Waspada! Main HP Sambil Nunduk Bisa Bikin Saraf Leher Terjepit 

Hanya saja, menurut dr Omar, terkadang kedua upaya ini tidak selalu bisa menyelesaikan masalah, sehingga diperlukan tindakan manajemen intervensi nyeri (IPM) yang minimal invasif atau meminimalkan luka sayatan seperti radiofrekuensi ablasi (RFA) dan memberikan laser pada bantalan sendi yang mengalami kerusakan.

"Ini kelanjutan program yang lebih advance dari pemberian obat-obatan dan rehabilitasi, meskipun semua itu sebetulnya suatu kesatuan yang memang harus dikerjakan pada pasien," tutur dr Omar.

Saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses perlahan yang umumnya diawali sakit pinggang akibat sobekan di ligamen atau bantalan tulang belakang, kemudian ada komponen bantalan yang keluar dari posisinya sehingga menjepit bantalan.

Baca juga: Dokter Reisa: Habis Kontak dengan Penderita Covid-19 Jangan Langsung Dites 

Selain itu, bisa juga karena proses degenerasi menyebabkan penebalan pada ligamen-ligamen di sekitar tulang belakang sehingga menjepit saraf yang ada di tulang belakang itu.

Nyeri saraf terjepit biasanya terasa di tungkai, paha, betis atau leher yang menjalar sampai ke tangan dan lengan. Nyeri yang dialami umumnya sangat hebat, terutama yang menjalar ke kaki dan obat penghilang rasa sakit tak lagi ampuh mengatasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini