Hidung Yuni Shara Disebut Operasi Plastik, Apa Bedanya dengan Suntik Filler?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 02:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 611 2463485 hidung-yuni-shara-disebut-operasi-plastik-apa-bedanya-dengan-suntik-filler-R0DGv2AdCC.jpg Yuni Shara (Foto: IG Yuni Shara)

PENAMPILAN baru Yuni Shara membuat heboh para netizen. Pasalnya, kakak Krisdayanti itu dianggap memperbaiki bentuk hidungnya dengan operasi plastik.

Ini terlihat saat dia membagikan tiga foto. Dalam foto tersebut, sang penyanyi mengenakan busana warna pink dan berada di dalam mobil. Wajah pelantun Kucari Jalan Terbaik itu terlihat berbeda dan tak alami. Selain itu, bentuk hidung Yuni pun dikomentari terlihat aneh.

Lantas, benarkah Yuni Shara melakukan operasi plastik? Apa bedanya dengan suntik filler yang banyak dilakukan oleh para artis.

Mengutip dari laman Hydeparkcosmeticsurgery, prosedur suntik filler biasanya direkomendasikan pada tahap awal penuaan wajah ketika prosedur operasi plastik dirasa belum diperlukan. Contohnya, botox yang digunakan untuk mengendurkan otot-otot wajah yang menghasilkan kerutan di dahi dan kerutan alis sehingga memberikan tampilan lebih segar.

Yuni Shara

Dermal filler dilakukaan dengan cara suntikan yang relatif tak menimbulkan rasa sakit, fungsinya menambah volume, mengisi area yang kendur dan membuat kontur wajah lebih bulat. Sehingga secara instan meningkatkan penampilan wajah jadi tampak lebih muda sekaligus menghaluskan garis, kerutan, dan lipatan di wajah.

Sementara operasi plastik, biasanya dilakukan ketika hasil dari proses penuaan di wajah tidak lagi bisa diperbaiki dengan filler, suntikan, atau peeling. Operasi plastik, seperti namanya, pastinya dalam prosesnya melibatkan pembedahan yang tujuannya untuk meningkatkan, memperbaiki wajah yang lebih signifikan.

Prosedur operasi plastik ini melibatkan pengangkatan kelebihan kulit dari area wajah atau leher dan memposisikan ulang jaringan menggunakan sayatan kecil dengan jarak pandang minimal untuk mengencangkan dan menghaluskan area wajah. Prosedur umum yang dilakukan bersamaan dengan facelift biasanya termasuk operasi pengangkatan alis atau kelopak mata (eyelids).

Dari segi harga, dikatakan oleh dermatologist Doris Day MD, filler dan operasi plastik sebenarnya tidak jauh berbeda.

"Dengan filler wajah, Anda membayar lebih sedikit dalam satu waktu, tetapi karena hasilnya tidak bertahan lama. Alhasil, prosedur ini akan menambah biaya yang sama untuk face lift dalam jangka panjang," jelasnya, seperti dikutip dari laman Elle.

Meski secara harga tidak jauh berbeda, dari laporan American Society for Aesthetic Plastic Surgery menyatakan tindakan operasi plastik mengalami penurunan, dan sebaliknya perawatan nonbedah begitu meningkat. Walau filler begitu populer dalam beberapa tahun terakhir ini, tetap saja ada beberapa situasi di mana operasi plastik jadi pilihan terbaik.

Dikatakan ahli bedah plastik William Boss MD, filler memang bisa mengoreksi garis dan kerutan wajah, tapi hasilnya cenderung tidak tahan lama. Menurutnya, derma filler bisa mengatasi garis-garis dan kerutan tertentu.

"Tetapi hasilnya akan kedaluwarsa dan tidak dapat mengencangkan kulit atau memposisikan ulang jaringan dalam dan dalam kasus di mana, misalnya, seseorang memiliki kulit berlebih di area leher, akhirnya mereka akan membutuhkan prosedur operasi plastik atau face-lift full," ujar dr William.

Senada, dr Doris menambahkan memang kalau kondisinya pasien sudah mengalami benar-benar kendur, maka tak ada pilihan lain selain operasi plastik.

"Jika leher Anda benar-benar kendur, tidak ada lagi yang bisa dilakukan karena itu perlu diangkat dan kulitnya dihilangkan. Begitu juga dengan kelopak mata atas yang menurun terkulai dan membuat jadi tak bisa melihat, Anda membutuhkan operasi pengencangan mata. Itulah dua aspek utama yang saya rekomendasikan untuk dikirim ke ahli bedah plastik, leher dan mata," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini