Viral Detik-Detik Fotografer Cantik Kabur dari Afghanistan: Selamat Tinggal Tanah Airku..

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 612 2463203 viral-detik-detik-fotografer-cantik-kabur-dari-afghanistan-selamat-tinggal-ibu-pertiwi-4noOnNsOyU.jpg Fotografer cantik ungkap detik-detik kabur dari Afghanistan (Foto : NTDV)

PEMBUAT film dan fotografer Afghanistan Roya Heydari melarikan diri dari tanah airnya dengan keputusasaan dan dilema yang dihadapi ribuan wanita di negara yang dikuasai Taliban hari ini.

Ia pun memposting kisahnya di sosial media yang kemudian menjadi viral. "Saya meninggalkan seluruh hidup saya, rumah saya untuk terus memiliki suara," tulis pembuat film itu, menggarisbawahi masalah hak dan keamanan perempuan di bawah rezim Taliban.

Melansir NDTV, ketika berkuasa antara tahun 1996 dan 2001, Taliban telah melarang perempuan bekerja, dilarang keluar rumah tanpa ditemani saudara laki-laki, dan memaksa mereka untuk mengenakan burqa yang menutupi seluruh tubuh di depan umum.

Fotografer Afghanistan

Kali ini, kelompok tersebut mencoba menampilkan citra yang lebih moderat, mengklaim bahwa perempuan akan memiliki hak, termasuk atas pendidikan dan pekerjaan. Akan tetapi, perempuan di negara tersebut khawatir sikap tersebut tidak akan bertahan lama.

Sudah ada laporan tentang seorang jurnalis wanita Afghanistan yang dilarang bekerja setelah Taliban kembali berkuasa. Seorang juru bicara Taliban mengatakan, perempuan tidak boleh pergi bekerja untuk keselamatan mereka sendiri, merusak upaya kelompok untuk meyakinkan pengamat internasional bahwa kelompok itu akan lebih toleran terhadap perempuan daripada ketika mereka terakhir berkuasa.

Baca Juga : Cerita di Balik Sneakers Putih Pasukan Taliban saat Berperang

Dalam postingan di Twitter-nya, Heydari berbagi foto dari bandara Kabul, yang merupakan satu-satunya jalan untuk keluar dari negara itu.

"Sekali lagi, saya lari dari Tanah Air saya. Sekali lagi, saya akan mulai dari nol," tulisnya.

Wartawan foto itu mengatakan dia hanya membawa kameranya dan "jiwa yang mati" saat dia melarikan diri dari tanah airnya. Dia mengakhiri postingannya dengan berat hati.

"Saya hanya membawa kamera dan jiwa yang mati bersama saya melintasi lautan. Dengan berat hati, selamat tinggal tanah airku. Sampai kita bertemu lagi," ungkapnya.

Menurut Al Jazeera, Heydari berhasil melarikan diri dari Kabul dan mencapai Prancis lima hari lalu, didorong oleh ketakutan bahwa dia tidak akan diizinkan bekerja di bawah rezim Taliban.

"Kematian hanya datang sekali, saya tidak takut mereka membunuh saya," katanya. "Yang saya takutkan adalah dikurung, tidak bisa keluar dan melanjutkan pekerjaan saya."

Postingan Twitter itu pun kini menjadi viral. Banyak pengguna lain yang membagikan ulang kiriman tersebut. Banyak juga yang memberikan dukungan kepadanya, termasuk salah satu tokoh Indonesia, Dr. Henri Subiakto.

Fotografer Afghanistan

"Serangan teror Bandara Kabul, terlepas dari janji perdamaian Taliban, adalah beberapa alasan mengapa warga Afghanistan mati-matian berusaha meninggalkan negara itu sambil meninggalkan segalanya," kata seorang pengguna Twitter saat menanggapi postingan tersebut.

"Saya berharap kamu aman dan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik di tempat baru. Saya sangat simpati kepada seluruh warga Afghanistan, terlebih kamu. Semoga beruntung," tulis Dr. Henry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini