Share

Benarkah Ada Efek Jangka Panjang Vaksin Pfizer dan Moderna?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 481 2463723 benarkah-efek-jangka-panjang-vaksin-pfizer-dan-moderna-berbahaya-l35wY4leaD.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Reuters)

VAKSIN Pfizer yang memiliki platform mRNA disetujui sebagai vaksin covid-19 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Namun, ada catatan penting yang dibubuhkan dalam persetujuan tersebut yaitu soal belum adanya data yang pasti mengenai efek samping jangka panjang.

Di sisi lain Tal Brosh, kepala unit penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Samson Assuta Ashdod Israel, mengatakan bahwa belum ada kepastian yang bisa menjamin apa yang akan terjadi 10 tahun ke depan pasca-penggunaan Vaksin Pfizer.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka, Kemenag: 52% Guru RA dan Madrasah Sudah Divaksin 

"Namun, tidak ada alasan yang pasti untuk berpikir adanya efek jangka panjang dari vaksin mRNA," terang Brosh, dikutip dari Jerusalem Post, Selasa (31/8/2021).

Dia menjelaskan, tidak ada vaksin yang dievaluasi selama satu dekade sebelum disetujui dan tidak ada contoh vaksin lain yang telah dikaitkan dengan efek jangka panjang yang signifikan.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

"Sejauh ini laporan mengenai vaksin berkaitan dengan efek samping dua jam pasca-vaksinasi, atau dua minggu atau dua bulan, bukan dalam jangka waktu 10 tahun," ungkap Michal Linial, seorang profesor kimia biologi di Universitas Ibrani Yerusalem.

"Kami tidak tahu contoh lain di mana sistem kekebalan memutuskan untuk tiba-tiba bereaksi terhadap vaksin yang diberikan 15 tahun sebelumnya," lanjut dia.

Baca juga: Menkes Minta Masyarakat Tak Pilih-Pilih Vaksin Covid-19, Ini Alasannya 

Analogi yang diberikan Linial berikut ini cukup membantu untuk memahami laporannya mengenai mengapa ada orang yang ragu mendapatkan booster padahal sudah disetujui.

"Begini, jika seseorang terluka akibat gesekan logam berkarat, lalu dia pergi ke dokter. Kemudian dokter akan merekomendasikan orang itu mendapat suntikan booster tetanus. Tidak mungkin orang itu akan bertanya apakah booster tetanus aman atau tidak, atau apakah booster itu menghalangi kehamilan," ungkapnya.

Linial menambahkan, dirinya sangat memahami bahwa segala sesuatu tentang vaksin covid-19 sangatlah baru dan awam bagi banyak pihak. "Ini adalah terobosan yang sangat mengejutkan," katanya.

Terlebih soal vaksin mRNA. Sesuatu yang sangat baru dan terjadi hanya di saat pandemi covid-19. Ya, vaksin yang umumnya ada itu berupa virus yang dilemahkan atau tidak aktif, sedangkan vaksin mRNA adalah sel protein yang memicu respons imun di dalam tubuh.

Baca juga: Alasan Anak Usia di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Disuntik Vaksin Covid-19 

"Respons imun itu yang menghasilkan antibodi dan kemudian bertugas melindungi tubuh dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh," ungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dalam paparan resminya.

Brosh menegaskan bahwa dengan sistem kerja seperti itu, tidak kemudian mengubah kode genetik seseorang. Sebaliknya, mRNA lebih seperti perangkat USB yang dimasukkan ke dalam komputer yang mana itu berarti perangkat tersebut tidak memengaruhi hard drive komputer itu sendiri.

Baca juga: Usai Vaksinasi di MNC Studios, Siswa SMP Ini Tidak Sabar Ingin Sekolah Tatap Muka 

"Messenger RNA adalah molekul yang sangat rapuh, artinya dapat dihancurkan dengan sangat mudah. Jika Anda meletakkan mRNA di atas meja, dalam satu menit tidak ada partikel mRNA lagi di sana. Ini berbeda dengan DNA yang stabil," papar Linial.

Ia menambahkan, "Bahwa kerapuhan ini berlaku untuk mRNA makhluk hidup apa pun, apakah itu milik tanaman, bakteri, virus, atau manusia."

Terlepas dari itu, bagaimana kinerja detail mRNA ini dalam tubuh dan benarkah memberi efek jangka panjang?

Profesor Eyal Leshem, direktur Pusat Pengobatan Perjalanan dan Penyakit Tropis Pusat Medis Sheba, menerangkan bahwa kinerja mRNA yang sangat khas meminimalisir terciptanya efek samping jangka panjang.

Baca juga: Sambut Sekolah Tatap Muka, Farah Siswa SMA Semangat Ikut Vaksinasi di MNC Studios 

"Secara sederhana, saat Vaksin Pfizer atau Moderna masuk ke tubuh, mereka diminta secara otomatis oleh tubuh untuk melakukan sesuatu yang disebut dengan sel mensintesis protein. Jadi, Moderna dan Pfizer hanya mengirimkan urutan mRNA tertentu ke sel kita," paparnya.

"Setelah mRNA berada di dalam sel, biologi manusia mengambil alih. Ribosom membaca kode dan membangun protein, dan sel mengekspresikan protein dalam tubuh. Ini adalah salah satu alasan utama untuk percaya bahwa tidak akan ada konsekuensi jangka panjang pada vaksin mRNA," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini