Waduh, Data di Aplikasi eHAC Kemenkes Diduga Bocor

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 481 2463762 waduh-data-di-aplikasi-ehac-kemenkes-diduga-bocor-T3BoponZTO.jpeg Ilustrasi aplikasi eHAC Kemenkes. (Foto: MNC Portal)

BARU-baru ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa aplikasi Indonesia Health Alert Card (eHAC) diduga mengalami kebocoran data. Tentunya kondisi tersebut sangat berbahaya, sebab berisi jutaan data pribadi rakyat Indonesia.

Baca juga: Menkes: Reformasi Sistem Pelayanan Kesehatan Kunci Hadapi Pandemi 

Menjawab hal tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Anas Ma'ruf MKM mengatakan bahwa informasi kebocoran data yang beredar saat ini terjadi pada aplikasi eHAC yang lama. Menurut dia, aplikasi tersebut memang sudah tidak digunakan lagi sejak 2 Juli 2021.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

"EHAC sudah tidak digunakan lagi sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi," terang dr Ma'ruf dalam jumpa pers secara daring yang ditayangkan kanal YouTube Kemenkes, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Pandemi Bikin Banyak Pekerja Suntuk, Ini 3 Cara Ampuh Mengatasinya 

Lebih lanjut ia menjelaskan, sejak 2 Juni 2021, pemerintah mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi, di mana eHAC sudah terintegrasi dan berada di dalamnya. Sistem yang ada di PeduliLindungi (eHAC) yang baru berbeda dengan sistem eHAC yang lama.

"Infrastrukturnya berbeda, sebab ada di tempat yang lain. Perlu diingat, dugaan kebocoran ini tidak terkait dengan aplikasi eHAC yang ada di PeduliLindungi. Saat ini pemerintah sedang melakukan investigasi lebih lanjut tentang diugaan kebocoran data ini," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini