Data di Aplikasi eHAC Diduga Bocor, Ini Respons Kemenkes

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 481 2463835 data-di-aplikasi-ehac-diduga-bocor-ini-respons-kemenkes-sie1DFezte.jpg Ilustrasi aplikasi eHAC Kemenkes. (Foto: NordWood Themes/Unsplash)

KEPALA Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Anas Ma'ruf MKM mengatakan bahwa informasi kebocoran data yang beredar saat ini terjadi pada aplikasi eHAC yang lama. Dia menegaskan aplikasi tersebut memang sudah tidak digunakan lagi sejak 2 Juli 2021.

"EHAC sudah tidak digunakan lagi sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi," ungkap dr Anas Ma'ruf dalam jumpa pers daring melalui kanal YouTube Kemenkes, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Waduh, Data di Aplikasi eHAC Kemenkes Diduga Bocor 

Ilustrasi aplikasi eHAC Kemenkes. (Foto: Mister Aladin)

Dia menerangkan bahwa sejak 2 Juni 2021 pemerintah mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dan eHAC sudah terintegrasi di dalamnya. Sistem yang ada di PeduliLindungi berbeda dengan sistem eHAC yang lama.

"Infrastrukturnya berbeda, sebab ada di tempat yang lain. Perlu diingat, dugaan kebocoran ini tidak terkait dengan aplikasi eHAC yang ada di PeduliLindungi. Saat ini pemerintah sedang melakukan investigasi lebih lanjut tentang diugaan kebocoran data ini," jelasnya.

Baca juga: Menkes: Reformasi Sistem Pelayanan Kesehatan Kunci Hadapi Pandemi 

Sebagaimana diberitakan, baru-baru ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa aplikasi Indonesia Health Alert Card (eHAC) Kemenkes diduga mengalami kebocoran data. Tentunya kondisi tersebut sangat berbahaya, sebab berisi jutaan data pribadi rakyat Indonesia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini