3 Rekomendasi KPAI untuk Sekolah Tatap Muka

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 00:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 612 2463579 3-rekomendasi-kpai-untuk-sekolah-tatap-muka-PT0nNMcjmN.jpeg Sekolah Tatap Muka. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH telah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seiring dengan diturunkannya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meskipun, tidak semua darrah bisa melakukan PTM.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, salah satu cara untuk mempercepat PTN adalah mendorong cakupan vaksinasi untuk para guru, dosen dan tenaga kependidikan hingga pelajar.

"KPAI mendukung Pembelajaran Tatap muka di masa pandemic dengan tiga syarat," ujarnya.

Pertama, Sekolah dan madrasah harus dipastikan sudah memenuhi segala syarat dan kebutuhan penyelenggaraan PTM terbatas termasuk memastikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dapat terpenuhi. Jika belum terpenuhi, maka Pemerintah Daerah harus membantu pemenuhannya.

Kedua, sekolah dan madrasah harus dipastikan vaksinasinya mencapai minimal 70 persen warga sekolah sudah divaksin, mengingat sudah ada program vaksinasi anak usia 12-17 tahun. "Kalau hanya guru yang divaksin, maka kekebalan komunitas belum terbentuk, karena jumlah guru hanya sekitar 10 persen dari jumlah siswa," jelasnya.

"Oleh karena itu, KPAI mendorong Pemerintah Pusat harus memastikan percepatan dan penyediaan vaksinasi anak merata di seluruh Indonesia. Kalau anak belum divaksin, setidaknya orangtua peserta didik sudah di vaksin," terangnya.

Ketiga, pemerintah Daerah harus jujur dengan positivity rate daerahnya, dengan ketentuan menurut WHO bahwa positivity rate di bawah 5 persen baru aman membuka sekolah tatap muka. Untuk itu, maka 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) perlu ditingkatkan, bukan dikurangi agar positivity ratenya menjadi rendah. 

Retno mengatakan karena PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan PTM dilaksanakan secara beriringan, maka perlu ada pemetaan materi tiap mata pelajaran, materi mudah dan sedang di berikan di PJJ dengan bantuan modul, dan materi yang sulit disampaikan saat PTM. "Agar ada interaksi dan dialog langsung antara peserta didik dengan pendidik," kata dia.

Tercatat sejak Juli 2021 ada beberapa provinsi seperti Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Bali, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, bahkan Papua yang sudah mendapatkan vaksin anak. 

Sementara vaksinasi anak yang baru mulai digelar bulan Agustus 2021, diantaranya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini