Masih Banyak Anak Meninggal karena Diabetes, Harus Ada Aplikasi Layanan Kesehatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 05:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 612 2463585 masih-banyak-anak-meninggal-karena-diabetes-harus-ada-aplikasi-layanan-kesehatan-d5ZDoaLvr5.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANGKA pasti prevalensi Diabetes tipe 1 (DMT 1) pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan data yang sudah ada sebelumnya. Namun dengan melakukan diagnosis dan penanganan secara dini, diabetes pada anak-anak dapat dikelola dengan baik 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa diabetes sering dilihat sebagai penyakit yang diderita oleh orang dewasa. Padahal faktanya diabetes juga bisa dialami oleh anak-anak dan remaja. 

"Saya juga ingin mengajak semua pihak untuk meningkatkan kerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan sehingga seluruh kebijakan dapat mendukung permasalahan tersebut,” terang Menkes Budi, dalam konferensi pers Program Changing Diabetes in Children (CDiC).

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Prof. dr. Aman Bhakti Pulunganp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), mengatakan pada 2018, jumlah populasi anak di Indonesia diperkirakan mencapai 79 juta. Meski demikian, IDAI mencatat hanya 1.249 anak Indonesia yang terdiagnosis dengan DMT1 selama periode 2017-2019. 

Oleh sebab itu penanganan diabetes tipe-1 harus komprehensif. Salah satu permasalahan yang kita hadapi terkait diabetes adalah data. Oleh sebab itu sistem registrasi melalui aplikasi harus dibuat. Aplikasi ini akan meliputi sistem registrasi, edukasi, rekomendasi pengobatan dan monitoring. 

Diabetes

“Saya meyakini jika kita bisa membuat aplikasi yang komprehensif, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki sistem yang tepat bagi anak-anak dengan DMT1 dan membantu tiap aspek penanganannya,” terang Prof. Aman.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perkembangan penanganan diabetes sejak 100 tahun penemuan insulin memungkinkan anak-anak dengan DMT1 dapat hidup dengan lebih baik dan sehat. Sayangnya, prognosis diabetes tipe-1 hampir tidak berubah sejak ditemukannya insulin. 

“Kenyataannya, masih banyak anak-anak yang meninggal akibat diabetes tipe-1 karena kurangnya pendidikan diabetes, layanan kesehatan khusus, peralatan untuk memantau diabetes, dan juga obat-obatannya,” tuntasnya.

Dalam waktu sepuluh tahun terakhir, prevalensi DMT1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat dari awalnya 3,88 per 100 juta penduduk pada 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada 2010.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini