Pandemi Bikin Banyak Pekerja Suntuk, Ini 3 Cara Ampuh Mengatasinya

Ahmad Haidir, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 612 2463739 pandemi-bikin-banyak-pekerja-suntuk-ini-3-cara-ampuh-mengatasinya-1U5V4qDYGQ.jpg Ilustrasi pekerja merasa suntuk akibat pandemi covid-19. (Foto: Pressfoto/Freepik)

PANDEMI covid-19 yang telah menyerang dunia selama 2 tahun terakhir ini membuat banyak pekerja merasa suntuk. Apakah Anda salah satu di antaranya?

Ada fenomena yang sangat jelas dan terkini tentang orang-orang yang mengalami penurunan minat atau suntuk dalam pekerjaan mereka. Kegiatan bekerja dari rumah atau works from home (WFH) dianggap menjadi salah satu penyebabnya.

Baca juga: Waspadai Sindrom Burnout saat WFH, Kenali 3 Gejalanya! 

"Khususnya di awal covid-19, orang-orang mulai melalui lebih banyak waktu di rumah dan itu memberi mereka lebih banyak waktu istirahat," kata Jon M Jachimowicz, asisten profesor perilaku organisasi di Harvard Business School, dikutip dari BBC, Selasa (31/8/2021).

"Ketika berada di kantor dan sibuk, Anda tidak punya banyak ruang dan waktu untuk berpikir. Sulit untuk memperkecil dan memikirkan bulan, tahun, atau lima tahun berikutnya dalam hidup Anda. Berada di rumah semacam memaksa Anda untuk lebih baik atau lebih buruk. Ini membuat orang mulai bertanya-tanya: bagaimana saya bisa menjalani kehidupan atau memiliki karier yang sesuai dengan apa yang sebenarnya saya minati?" lanjut Jachimowicz.

Ilustrasi pekerja merasa suntuk. (Foto: Yanalya/Freepik)

Bertahan di pekerjaan saat minat pada pekerjaan berkurang itu sulit, terutama jika perasaan tidak tertarik itu muncul tiba-tiba akibat rasa suntuk. Namun terkadang seseorang tidak punya pilihan atau sekadar enggan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.

Lantas, apa yang harus dilakukan selain resign? Berikut cara ampuh mengatasi rasa suntuk terhadap pekerjaan di masa pandemi covid-19, berdasarkan pendapat para ahli psikologi.

Baca juga: Benarkah Ada Efek Jangka Panjang Vaksin Pfizer dan Moderna? 

1. Memotivasi diri sendiri

Suka tidak suka, satu-satunya yang dapat memotivasi dan mendorong seseorang adalah tentu dirinya sendiri. Maka apabila anda merasa suntuk dengan pekerjaan, memotivasi diri sendiri adalah hal yang perlu dilakukan.

Salah satu cara paling ampuh untuk melakukan hal tersebut adalah dengan mencatat hal-hal yang paling Anda sukai dari pekerjaan, bahkan jika Anda belum pernah mengalaminya untuk sementara waktu.

Menurut Stacey Lane, motivator dan konsultan karir asal Oregon Amerika Serikat, mengingatkan diri tentang apa yang menarik minat Anda sejak awal dapat memotivasi menemukan kembali hal-hal itu tentang pekerjaan.

"Ini mendapatkan kejelasan tentang apa yang Anda sukai, dan apa yang Anda lewatkan sekarang, dan gunakan informasi itu untuk refleksi diri," jelas Lane.

2. Memberi izin pada diri sendiri

Terkadang seseorang yang merasa suntuk dengan pekerjaannya timbul dari pikiran bahwa ia tidak melakukan apa yang sesungguhnya ia cintai atau bekerja sesuai passion.

Apabila benar demikian, hal yang sebaiknya dilakukan adalah dengan memberi izin pada diri sendiri. Ini bermakna bahwa selama masih ada alasan untuk bertahan, entah faktor finansial dan apa pun itu, maka "izinkan" diri Anda untuk terus berproses dan menjalani pekerjaan tersebut.

Hal Ini dapat diterima dan disetujui oleh Jachimowicz karena bagi sebagian orang, itu mungkin lebih baik.

"Apakah baik bagi orang untuk bersemangat tentang pekerjaan mereka? Tentu saja," katanya.

"Tapi apakah itu perlu? Tentu saja tidak. Beberapa orang tidak ingin mengejar hasrat mereka di tempat kerja. Orang lain tidak memiliki kesempatan. Dan mari menjadi nyata: ada banyak hal yang membuat orang bersemangat selain pekerjaan," ungkapnya.

Baca juga: Rayakan Ultah Ke-70, Kak Seto Push-Up Bikin Netizen Auto Minder! 

3. Lakukan kolaborasi

Setelah selesai dengan diri sendiri, selanjutnya anda bisa meminta untuk dilibatkan dalam sebuah proyek kolaborasi. Hal ini ampuh untuk menghilangkan rasa suntuk, terlebih bagi seseorang yang menyukai kerja dalam kelompok dibandingkan kerja individu.

Untuk mendapatkan hal tersebut, bisa melalui pekerjaan sampingan, atau bisa juga dengan meminta kepada perusahaan atau kantor tempat anda bekerja untuk lebih banyak membuat sebuah proyek pekerjaan yang dilakukan secara kolaboratif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini