Share

Supaya Lebih Mudah Tidur, Coba Terapkan Atur Napas 4-7-8

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 481 2464494 supaya-lebih-mudah-tidur-coba-terapkan-atur-napas-4-7-8-9biaidpj5T.jpg Ilustrasi tidur. (Foto: Gpointstudio/Freepik)

TERNYATA ada cara tersendiri untuk membuat lebih mudah tidur di malam hari, yakni dengan menerapkan atur napas 4-7-8. Demikian diungkapkan psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia (UI) Inez Kristanti.

"Ambil napas 4 ketukan, menahan napas 7 ketukan, kemudian diembuskan irit-irit sampai 8 ketukan," jelas Inez dalam diskusi media virtual, seperti dikutip dari Antara, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Kisah Raline Shah Kini Jadi Pencinta Kopi, padahal Dulu Gak Suka 

Selain mengatur pernapasan, lanjut dia, bisa juga melakukan peregangan otot supaya tubuh menjadi lebih rileks dan mudah tidur.

Ilustrasi tidur. (Foto: Yanalya/Freepik)

Ia pun mengingatkan untuk memisahkan area antara bekerja atau belajar dan tidur. Cara ini membantu mengondisikan tubuh sesuai seperti seharusnya.

Baca juga: Kebutuhan Durasi Tidur Setiap Usia Berbeda, Simak Panduan Ini! 

"Kalau misalnya lagi WFH, biasakan memisahkan area untuk bekerja dan tidur. Terkadang di kasur sambil laptop-an, itu tidak disarankan karena tubuh jadi tidak terkondisikan, tidak belajar bahwa kalau sudah di kasur untuk istirahat," tutur psikolog yang berpraktik di Klinik Angsamerah ini.

Tidur di masa pandemi covid-19 ini termasuk kebutuhan dasar setiap orang yang harus cukup terpenuhi. Sayangnya, tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan ini salah satunya karena mengalami gejala kecemasan.

Pada mereka yang mengalami gejala kecemasan ini, bukan hanya tidur, tetapi juga khawatir berlebihan yang kerap terjadi. Menurut Inez, mereka umumnya khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi apalagi pada beberapa waktu terakhir di masa pandemi ini. Belum lagi berita duka yang berseliweran di berbagai media.

"Sesuatu yang tidak pasti wajar membuat kita merasa khawatir terkadang khawatir berlebihan, banyak terkait di luar kendali kita misalnya jumlah kasus covid-19 hari ini. Tetapi yang berada di bawah kendali kita itu menjaga kesehatan, melakukan protokol kesehatan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membantu kesehatan mental," jelasnya.

Baca juga: Kenali Waktu Tidur Paling Pas agar Imunitas Tinggi 

Studi pada April 2020 yang melibatkan sejumlah partisipan di 33 provinsi di Indonesia menunjukkan sebanyak 72 persen partisipan melaporkan mengalami kecemasan dan 23 persen mengaku tidak bahagia.

Berkaca dari temuan tersebut, menurut Inez, pandemi saat ini sebaiknya tidak semata dipandang penghambat tetapi juga tantangan bagi Anda dan orang-orang di luar sana untuk lebih memerhatikan kesehatan mental.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini